PADANG, METRO– Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Padang memperluas fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus meluncurkan sistem bedah robotik pertama di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (2/7).
Direktur RS Bunda Padang, dr. Helgawati mengatakan, peresmian fasilitas baru ini tonggak penting dalam perjalanan RSU Bunda Padang untuk terus berkembang sebagai rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, modern, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Gedung rawat inap yang baru kami hadirkan dirancang untuk memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien dan keluarga, dengan fasilitas yang lebih lengkap, serta lingkungan yang mendukung proses penyembuhan,” terangnya.
RSU Bunda Padang kini memiliki ruang perawatan intensif (ICU) baru dengan kapasitas 12 tempat tidur yang telah dilengkapi ventilator. “Fasilitas tersebut didukung tenaga medis, sehingga rumah sakit siap menangani lebih banyak pasien kritis, tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ucapnya.
Selain itu, gedung baru yang mulai dibangun sejak 2025 juga dilengkapi fasilitas diagnostik modern, kamar operasi berteknologi tinggi yang mendukung layanan bedah robotik, serta ruang rawat inap dengan kapasitas awal 59 tempat tidur.
Ke depan, kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga mendekati 170 tempat tidur, seiring tingginya tingkat hunian pasien. Helgawati menegaskan, peningkatan layanan juga lewat penguatan kualitas SDM. “Investasi terbaik bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada SDM. Kami terus memfasilitasi tenaga medis untuk meningkatkan kompetensi, agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, juga meresmikan ruang operasi baru yang dilengkapi dengan teknologi terkini, untuk mendukung berbagai tindakan bedah dengan standar keselamatan dan kualitas yang tinggi.
“Yang menjadi kebanggaan kami, hadirnya ruang operasi robotik, sebuah langkah besar menghadirkan layanan bedah berteknologi tinggi di Sumatera Barat. Teknologi ini memungkinkan prosedur bedah dilakukan dengan tingkat presisi lebih tinggi, sayatan yang lebih minimal, pemulihan yang lebih cepat, serta memberikan hasil klinis yang semakin optimal bagi pasien,” tambahnya.
Tidak kalah penting, RSU Bunda Padang juga menyediakan Ruangan Intensive Care terbaru, yang dirancang khusus, memberikan perawatan intensif terbaik bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus.
Pembangunan fasilitas-fasilitas ini bukan hanya tentang menghadirkan gedung dan teknologi baru, tetapi juga komitmen nyata terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
“Kami percaya investasi terbaik bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada SDM yang profesional, kompeten, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap setiap pasien yang kami layani. Kami menyadari pencapaian ini tidak akan terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak,” terangnya.
Helgawati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dokter, tenaga kesehatan, karyawan, mitra kerja, pemerintah, serta masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada RSU Bunda Padang selama ini.
“Kami berharap dengan hadirnya fasilitas-fasilitas terbaru ini, RSU Bunda Padang semakin memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, inovatif, dan berstandar internasional, sehingga mampu menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya,” tambahnya.
Peresmian perluasan fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus peluncuran sistem bedah robotik dihadiri langsung, Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, Komisaris Independen PT Bundamedik Tbk, Retno Marsudi, drg. Arianti Anaya MKM.
Juga hadir Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono dan Keluarga Besar BMHS, Ietje Rizal Sini, Dirut RSUP M Djamil Padang dan mitra relasi lainnya.
Presiden Komisaris PT Bunda Medik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menilai tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini tidak hanya menyangkut ketersediaan fasilitas, tetapi juga pemerataan tenaga kesehatan, kualitas layanan, dan pemanfaatan teknologi.
“Kesehatan salah satu prioritas utama. Tantangan kita bukan hanya jumlah layanan, tetapi juga kualitas dan distribusi dokter maupun tenaga kesehatan. Sehingga masih terjadi ketimpangan akses pelayanan di berbagai daerah,” katanya.
Ivan menjelaskan, akses terhadap layanan pembedahan modern masih menjadi persoalan di Indonesia. Keterbatasan dokter spesialis dan teknologi membuat banyak pasien belum memperoleh layanan yang optimal.
Karena itu, kehadiran teknologi bedah robotik di RSU Bunda Padang menjadi langkah strategis memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah paradigma dunia pembedahan. Jika dahulu operasi besar identik dengan sayatan lebar, masa pemulihan yang panjang, serta risiko komplikasi tinggi, kini teknologi minimal invasif hingga bedah robotik memungkinkan tindakan lebih presisi dengan trauma yang jauh lebih kecil.
“Teknologi robotik membantu meningkatkan presisi pembedahan sehingga pasien dapat pulih lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan kualitas hidup setelah operasi menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Ivan, manfaat teknologi kesehatan tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya biaya investasi. Yang lebih penting dampaknya terhadap kualitas hidup pasien, termasuk percepatan masa pemulihan dan berkurangnya risiko komplikasi.
“Kalau dulu pasien mungkin membutuhkan waktu pemulihan hingga berbulan-bulan setelah operasi besar, kini dengan teknologi modern masa pemulihan bisa jauh lebih singkat sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, perkembangan berikutnya, teknologi telerobotic surgery, yang memungkinkan dokter melakukan tindakan operasi dari lokasi berbeda. Dengan sistem tersebut, dokter spesialis di kota besar berpotensi menangani pasien di daerah lain tanpa harus berada di ruang operasi yang sama.
“Bisa saja nanti dokternya berada di Jakarta, sementara pasiennya di Padang, atau sebaliknya. Ini membuka akses baru bagi masyarakat mendapatkan pelayanan dari dokter terbaik tanpa dibatasi jarak,” jelasnya.
Meski demikian, Ivan menegaskan pengembangan teknologi kesehatan tidak dapat dilakukan satu rumah sakit saja. Diperlukan kolaborasi lintas institusi, mulai dari rumah sakit, organisasi profesi, pemerintah, hingga dunia pendidikan, agar inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan, apresiasi kepada PT Bunda Medik melalui RSU Bunda Padang atas inovasi yang dihadirkan melalui perluasan fasilitas pelayanan kesehatan dan peluncuran layanan bedah robotik pertama di Sumbar dan Sumatera.
Arry mengatakan, kehadiran gedung baru beserta teknologi bedah robotik merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah. “Kami memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan PT Bunda Medik melalui RSU Bunda Padang. Hadirnya gedung baru dan layanan bedah robotik ini menjadi kemajuan yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Menurut Arry, teknologi robotik memungkinkan tindakan medis dilakukan dengan risiko lebih kecil dan hasil lebih optimal. “Kita berharap adanya gedung baru dan layanan baru ini masyarakat Sumatera Barat, bahkan masyarakat Sumatera secara umum, dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang modern dengan risiko tindakan lebih kecil dibandingkan metode konvensional,” katanya.
Ia menilai, hadirnya teknologi tersebut juga menjadi tantangan baru bagi Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar mampu menjadi rujukan bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Namun demikian, Arry mengingatkan, kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pelayanan rumah sakit. Menurutnya, pelayanan yang ramah, penuh empati, dan dilakukan dengan hati tetap menjadi faktor utama yang dirasakan pasien.
Ia berharap RSU Bunda Padang terus berkembang menjadi rumah sakit terdepan dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Harapan kami, dengan hadirnya gedung dan layanan baru ini masyarakat semakin yakin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik di Sumatera Barat. Rumah sakit bukan hanya menjadi tempat berobat ketika sakit, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menjaga kesehatan agar tetap prima,” pungkasnya.(fan).






