PADANG, METRO–Mencegah antrean panjang di SPBU yang disebabkan meningkatnya kebutuhan masyarakat sejak beberapa hari belakangan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) menambah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sumatra Barat (Sumbar).
Hal itu diungkap Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw. Ia menuturkan, penyaluran Biosolar ditingkatkan sekitar 10 persen, sedangkan Pertalite ditambah sekitar 5 persen dibandingkan penyaluran normal.
“Penambahan penyaluran ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi. Meningkatnya pembelian BBM bersubsidi dipicu adanya kenaikan harga BBM non subsidi,” ujar Fahrougi, Rabu (1/7/6).
Menurutnya, kepadatan kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumbar bukan disebabkan oleh pengurangan kuota ataupun gangguan pasokan BBM, melainkan meningkatnya konsumsi, terutama untuk Biosolar dan Pertalite.
Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya aktivitas pengisian kendaraan angkutan barang, logistik, maupun kendaraan masyarakat di sejumlah SPBU, sehingga memicu antrean pada jam-jam tertentu. Selain itu, kepadatan juga dipengaruhi adanya jeda waktu antara habisnya stok di SPBU dengan kedatangan mobil tangki yang membawa pasokan berikutnya.
“Situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika operasional distribusi BBM di lapangan,” katanya.
Fahrougi memastikan stok BBM di terminal dalam kondisi aman dan distribusi ke seluruh SPBU di Sumbar tetap berlangsung setiap hari.
“Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pasokan maupun pengurangan kuota BBM. Stok BBM di terminal dalam kondisi aman dan pengiriman ke SPBU tetap dilakukan setiap hari,” tegasnya.
Untuk mendukung penambahan penyaluran tersebut, Pertamina mengoptimalkan distribusi dari terminal BBM, memaksimalkan armada mobil tangki, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh lembaga penyalur agar pasokan segera diterima SPBU.
Terkait informasi mengenai penyaluran Pertalite bagi nelayan di wilayah Padang Pariaman, Pertamina menyatakan masih melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan SPBU serta pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Setiap informasi yang diterima akan kami tindak lanjuti untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan, termasuk bagi nelayan yang telah memiliki surat rekomendasi sesuai peraturan yang berlaku,” tutup Fahrougi. (*)






