JERMAN berhasil meraih tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Pantai Gading, 2-1, Minggu (21/6). Keberhasilan tersebut sekaligus memutus tren buruk selalu terhenti di fase grup pada dua edisi Piala Dunia terakhir, 2018 dan 2022.
Tak seperti saat bertemu Curacao, Jerman mendapat perlawanan sengit dari Pantai Gading. Bahkan wakil Afrika tersebut mampu unggul lebih dulu pada babak pertama melalui sepakan Frank Kessie.
Memasuki babak kedua, perubahan yang dilakukan pelatih Julian Nagelsmann dengan memasukkan Deniz Undaz berbuah manis. Striker Vfb Stuttgart mencetak dua gol pada menit 64 dan 90+3 untuk mengunci tiga poin bagi Die Manschaft.
Enam poin dari dua pertandingan membuat Jerman memutus kutukan selalu gagal lolos fase knockout sejak Piala Dunia 2018. Pada laga terakhir, Florian Wirtz dan rekan akan bertemu Ekuador.
Jerman membutuhkan keajaiban dari pemain pengganti Deniz Undav untuk meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading dan memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.
Dalam ujian sesungguhnya pertama mereka di turnamen musim panas ini, tim asuhan Julian Nagelsmann dibuat frustrasi oleh permainan disiplin wakil Afrika tersebut di Toronto. Bahkan, Pantai Gading lebih dulu mengejutkan Der Panzer pada menit ke-30.
Yan Diomande mengirimkan umpan silang berbahaya yang berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Franck Kessié. Jerman kesulitan merespons dan harus menutup babak pertama dalam keadaan tertinggal.
Selepas jeda, pertahanan rapat Pantai Gading masih mampu membungkam kreativitas Jerman. Situasi itu membuat Nagelsmann melakukan tiga pergantian pemain sekaligus pada menit ke-60. Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik pertandingan.
Deniz Undav, yang masuk dari bangku cadangan, langsung memberikan dampak. Memanfaatkan umpan matang dari Nadiem Amiri, striker Stuttgart itu mencetak gol penyeimbang dan menghidupkan kembali harapan Jerman.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Undav kembali muncul sebagai penyelamat. Pada menit ke-94, ia menerima umpan akurat dari Felix Nmecha sebelum melepaskan tembakan keras yang memastikan kemenangan dramatis sekaligus membawa Jerman melaju ke babak 32 besar.
Meski mengamankan kemenangan kedua secara beruntun, ada satu masalah yang belum terselesaikan bagi Jerman: pertahanan.
Setelah sempat kebobolan saat menang telak 7-1 atas Curaçao, lini belakang Die Mannschaft kembali menunjukkan kerentanan ketika menghadapi serangan balik cepat Pantai Gading.
Yan Diomande dan Amad Diallo berkali-kali merepotkan pertahanan Jerman dengan transisi cepat mereka. Bahkan, apabila penyelesaian akhir Pantai Gading lebih baik, hasil pertandingan bisa saja berbeda.
Filosofi menyerang Nagelsmann memang membuat Jerman menjadi salah satu tim paling menarik untuk ditonton. Namun garis pertahanan tinggi yang diterapkan membuat mereka rawan dieksploitasi oleh lawan yang memiliki kecepatan.
Jika ingin meraih gelar juara dunia kelima, Nagelsmann harus segera menemukan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan soliditas pertahanan. (jpg)






