SAWAHLUNTO, METRO–Semarak perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah mewarnai Kota Sawahlunto dengan digelarnya Festival Muharam Grebeg Suro di Taman Silo, Selasa (16/6). Kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh Paguyuban Seni Ki Sapu Jagad di bawah pimpinan Iwan Darmawan itu secara resmi dibuka oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra.
Festival tahunan tersebut menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan masyarakat karena menghadirkan perpaduan nilai tradisi, keagamaan, dan kebersamaan sosial yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Sawahlunto selama bertahun-tahun.
Beragam kegiatan ditampilkan dalam rangkaian Festival Grebeg Suro, mulai dari pawai budaya, pembagian gunungan hasil bumi kepada masyarakat, ritual pembersihan benda pusaka, tausiah keagamaan, hingga sejumlah kegiatan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, mengapresiasi peran komunitas budaya yang terus aktif menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas budaya yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi. “Pelestarian budaya tidak hanya bertujuan menjaga tradisi yang diwariskan para pendahulu, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, mempererat persatuan masyarakat, serta memperkaya daya tarik wisata Kota Sawahlunto,” ujar Riyanda.
Ia menambahkan, keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Festival Grebeg Suro 1448 Hijriah juga mendapat perhatian dari berbagai komunitas luar daerah. Sejumlah peserta touring dari Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Utara, hingga Jawa Barat turut hadir dan meramaikan kegiatan tersebut.
Kehadiran pengunjung dari berbagai wilayah dinilai memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Sektor usaha mikro, kuliner, perdagangan, serta jasa transportasi dan perhotelan turut merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Kota Sawahlunto. “Kegiatan budaya seperti ini memiliki efek berganda bagi daerah. Selain melestarikan tradisi, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan wisatawan,” kata Riyanda. (pin)






