SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Paguyuban Seni Ki Sapu Jagad Gelar Festival Muharram Grebeg Suro 1448 H

×

Paguyuban Seni Ki Sapu Jagad Gelar Festival Muharram Grebeg Suro 1448 H

Sebarkan artikel ini
PERAYAAN TAHUN BARU ISLAM— Wako Sawahlunto Riyanda Putra, saat menghadiri perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

SAWAHLUNTO, METRO–Semarak perayaan Ta­hun Baru Islam 1448 Hijriah mewarnai Kota Sa­wahlunto dengan digelarnya Festival Muharam Grebeg Suro di Taman Silo, Selasa (16/6). Kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh Paguyuban Seni Ki Sapu Jagad di bawah pimpinan Iwan Darmawan itu secara res­mi dibuka oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra.

Festival tahunan ter­sebut menjadi salah satu agenda budaya yang dinantikan masyarakat karena menghadirkan per­paduan nilai tradisi, keagamaan, dan kebersamaan sosial yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Sawahlunto selama bertahun-tahun.

Beragam kegiatan di­tampilkan dalam rangkaian Festival Grebeg Suro, mulai dari pawai budaya, pembagian gunungan hasil bumi kepada ma­sya­rakat, ritual pembersihan benda pusaka, tausiah keagamaan, hingga se­jumlah kegiatan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga  Sabtu, Tiga Warga Sijunjung Terkonfirmsi Positif Covid-19

Dalam sambutannya, Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menga­presiasi peran komunitas budaya yang terus aktif menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas budaya yang mampu memperkuat identitas da­erah sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi. “Pelestarian budaya tidak hanya bertujuan menjaga tradisi yang diwariskan para pendahulu, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, mempererat persatuan masyarakat, serta memperkaya daya tarik wisata Kota Sawahlunto,” ujar Riyanda.

Ia menambahkan, keberagaman budaya yang hidup di tengah ma­sya­rakat merupakan ke­ka­yaan yang harus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga  Meriahkan HUT Bhayangkara ke-73, Polres Berbagi dengan Siswa SLB

Festival Grebeg Suro 1448 Hijriah juga mendapat perhatian dari berbagai komunitas luar daerah. Sejumlah peserta touring dari Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Utara, hingga Jawa Barat turut hadir dan meramaikan kegiatan ter­sebut.

Kehadiran pengunjung dari berbagai wilayah dinilai memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

Sektor usaha mikro, kuliner, perdagangan, serta jasa transportasi dan perhotelan turut merasakan manfaat dari me­ning­katnya jumlah wi­sa­tawan yang datang ke Kota Sa­wahlunto. “Kegiatan budaya seperti ini memiliki efek berganda bagi daerah. Selain melestarikan tradisi, juga mampu mendorong pertumbuhan eko­nomi lokal melalui pe­ningkatan kunjungan wi­satawan,” kata Riyanda. (pin)