MENTAWAI, METRO—Nasib tragis dialami oleh pria paruh baya bernama Jajanggi di Kabupaten Kepulayan Mentawai. Paslanya, ia sempat dilaporkan hilang tenggelam akibat longboat yang ditumpanginya untuk menjemput warga sakit terbalik di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Senin siang (8/6).
Dalam insiden itu, dua rekannya Danil (30) dan Hendrikus (34), berhasil menyelamatkan diri dengan berenang hingga ke tepian pantai. Namun, Jajanggi dinyatakan hilang dan tenggelam. Warga setempat langsung melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Mentawai dan melakukan pencarian terhadap korban.
Sayangnya, pencarian hari pertama yang dilakukan hingga malam, belum membuahkan hasil. Setelah pencarian hari kedua yang dimulai pada Selasa pagi (9/6), Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban mengapung dengan kondisi sudah meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua membenarkan bahwa korban kecelakaan longboat terbalik, sudah ditemukan mengapung pada hari kedua pencarian, sekitar pukul 09.30 WIB.
“Korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia pada jarak 0,83 nautical mile (NM) arah barat dari lokasi kejadian. Jasad korban langsung dievakuasi ke perkampungan Sagulubbek untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Benteng kepada wartawan, Selasa (9/6).
Dijelaskan Benteng, kecelakaan bermula pada Senin (8/6) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah long boat bermesin 40 PK berwarna coklat berencana menjemput warga yang sakit dari Pantai Sagalubeg menuju TuaPeijat. Namun, saat hendak keluar dari Pintu Muara Sagalubeg, longboat tersebut dihantam ombak besar akibat cuaca ekstrem hingga terbalik.
“Longboat tersebut mengangkut tiga orang penumpang. Dua korban di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan korban Jajanggi dinyatakan hilang. Warga setempat sudah berupaya mencari, tapi tidak berhasil menemukan. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan kepada kami,” jelas Benteng.
Benteng menambahkan, pihaknya menerima laporan resmi pada pukul 17.35 WIB dan langsung mengerahkan tim rescue berkekuatan 6 personel menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat).
“Upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada Senin malam pukul 21.00 WIB akibat kendala cuaca berupa hujan, angin kencang berkecepatan 9 knots, gelombang setinggi 2 meter, serta terbatasnya jarak pandang,” tutur Benteng.
Dikatakan Benteng, pencarian kemudian dilanjutkan kembali pada Selasa pagi pukul 06.30 WIB, dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, dan nelayan setempat hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan pelampung (life jacket/life vest) serta membawa alat komunikasi darurat seperti PLB, EPIRB, atau radio marabahaya saat hendak melaut demi keselamatan bersama,” tutupnya. (*)






