METRO PADANG

KPAI Turun ke Padang, Sorot Dapur dan Higiene Makan Gratis

×

KPAI Turun ke Padang, Sorot Dapur dan Higiene Makan Gratis

Sebarkan artikel ini
PEMBAHASAN PROGRAM MBG— Wali Kota Padang Fadly Amran menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra. Pertemuan membahas pengawasan pelaksanaan Program MBG yang menyasar kelompok 3B.

A YANI, METROWali Kota Padang Fadly Amran menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra. Pertemuan ini dilangsungkan dalam rangka membahas pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), serta Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita) atau kelompok 3B.

Fadly Amran menyampaikan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG yang telah berjalan di Kota Padang. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Kita akan mendorong kesiapan Pasar Tradisional, Koperasi, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam menyambut kebutuhan rantai pasok program MBG, terutama terkait sertifikasi produk pangan se­perti daging ayam, sapi, dan sayur,” ujar Fadly Amran.

Baca Juga  Pertahankan Kahandalan Peralatan, PT Semen Padang Overhaul Pabrik Indarung VI

Lebih lanjut, Fadly Amran meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Padang agar menyesuaikan de­ngan standarisasi yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia berharap program MBG dapat membantu menekan angka stunting di Kota Padang yang masih cukup tinggi.

“Jangan sampai orang tua berpikir karena sudah ada MBG, maka kebutuhan gizinya selesai. Saya minta kepada dinas terkait untuk melakukan intervensi konkret terkait hal ini, supaya program MBG tepat sasaran,” katanya.

Baca Juga  Warga Diberi Edukasi Manfaatkan Sampah jadi Berkah

Sementara itu, Jasra Putra menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan Standar Operasional Pro­sedur (SOP) distribusi 3B benar-benar dijalankan terutama terkait keamanan pangan dan ketepatan sasaran.

“Kami menekankan pentingnya sertifikasi kelayakan higiene pada seluruh unit SPPG serta pengawasan ketat terhadap seluruh proses, mulai dari kondisi dapur, pengelolaan limbah, pemilahan bahan baku, kesehatan tenaga pengolah, hingga proses pengemasan dan distribusi makanan agar sesuai standar keamanan pa­ngan,” ujarnya. (oza)