METRO SUMBAR

Gubernur Mahyeldi Tekankan, Ranperda Harus Realistis dan Berdampak bagi Masyarakat

×

Gubernur Mahyeldi Tekankan, Ranperda Harus Realistis dan Berdampak bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
SIDANG PARIPURNA— Gubernur Mahyeldi memberikan sejumlah masukan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan DPRD Sumbar dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Sumbar, Senin (11/5).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memberikan sejumlah masukan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan DPRD Sumbar dalam ra­pat paripurna di ruang sidang utama DPRD Sumbar, Senin (11/5).  Dua Ranperda yang dibahas yakni perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan serta Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Mahyeldi menegaskan regulasi yang disusun harus memperhatikan kewenangan daerah dan kemampuan fiskal pemerintah agar dapat diterapkan secara efektif.

“Peraturan daerah yang dihasilkan nantinya harus dapat dilaksanakan secara efektif dan tidak menimbulkan permasalahan dalam im­plementasi­nya,” ujar Mahyeldi.

Terkait Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan, Mahyeldi mengapresiasi inisiatif DPRD Sumbar yang dinilai responsif terhadap kebutuhan ma­syarakat dan tantangan zaman.  Menurutnya, substansi Ranperda telah me­ngakomodasi sejumlah kebutuhan strategis daerah, seperti pembangunan asrama sekolah, penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal, pendidikan inklusif, penguatan vokasi, hingga sistem pendidikan adaptif kebencanaan.

Baca Juga  Sosialisasikan Program Sejuta Rumah, Kementerian PUPR Dorong Gelar Pameran Perumahan

Meski demikian, ia meminta sejumlah pengaturan diperjelas, di antaranya terkait indikator sekolah yang perlu dukungan asrama, pola kemitraan SMK dengan dunia usaha dan industri, serta mekanisme penerimaan murid baru agar tetap selaras dengan kebijakan nasional. “Di Mentawai anak-anak kita tinggal di pulau-pulau. Ketika cuaca buruk mereka sulit hadir ke sekolah. Solusinya adalah asrama, dan itu yang kita usulkan,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, dalam pembahasan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Mahyeldi menegaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi ma­syarakat Sumbar, khususnya di wilayah pedesaan.  Namun, petani masih menghadapi berbagai persoalan mulai dari keterbatasan lahan, akses permodalan, irigasi, hingga fluktuasi harga hasil pertanian. “Perlindungan dan pemberdayaan petani merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat sektor pertanian di daerah,” ungkapnya. Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan pengaturan terkait subsidi pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta mekanisme asuransi pertanian dalam Ranperda tersebut.(fan)

Baca Juga  Pemkab Pasaman Prioritaskan Pembangunan Kawasan Terjauh