AGAM/BUKITTINGGI

Pemko Bukittinggi Salurkan Insentif Rp7,78 Miliar untuk Guru Agama dan Garin

×

Pemko Bukittinggi Salurkan Insentif Rp7,78 Miliar untuk Guru Agama dan Garin

Sebarkan artikel ini
TERIMA INSENTIF— Ratusan guru keagamaan serta garin masjid dan mushalla di Bukittinggi menerima insentif dari Pemko Bukittingi, Kamis (23/4).

BUKITTINGGI, METRO— Pemerintah Kota Bukittinggi menyalurkan insentif kepada ratusan guru keagamaan serta garin masjid dan mushalla di wilayahnya. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (23/5).

Dalam kesempatan tersebut, Ramlan menegaskan bahwa peran guru MDTA, TPQ, PQ, RTQ, pondok pesantren, hingga guru swasta sangat strategis dalam membentuk generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan pemahaman agama yang kuat. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan perha­tian melalui program insentif.

“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi para guru dan garin untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda, sehingga tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan nilai-nilai keagamaan,” ujar Ramlan.

Baca Juga  RAPBD Bukittinggi 2025, DPRD Minta Solusi Konkret Atasi Defisit Rp173 Miliar

Ia juga menambahkan, sejak tahun 2022 para guru dan garin di Bukittinggi telah mendapatkan fasilitas perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bukittinggi, Syukri Naldi, menjelaskan bahwa total anggaran insentif yang disiapkan pemerintah daerah pada tahun 2026 mencapai Rp7,78 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp6,79 miliar dialokasikan untuk guru dan Rp990 juta untuk garin.

Ia merinci, penerima insentif terdiri dari 744 guru dan 157 garin. Para guru berasal dari berbagai organisasi, di antaranya Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) sebanyak 91 orang, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) 209 orang, Forum Komunikasi Pondok Al-Qur’an (FKPA) 112 orang, serta Badan Kerja Sama (BKS) sebanyak 332 orang. Selain itu, sebanyak 157 garin masjid dan mushalla juga turut menerima bantuan tersebut.

Baca Juga  Baznas Agam Diharapkan Bisa Menanggulangi Masalah Kemiskinan

“Untuk Triwulan I periode Januari hingga Maret, disalurkan sebesar Rp1.475.250.000 kepada guru dan Rp235.500.000 kepada garin. Besaran insentif garin sebesar Rp500.000 per bulan, sementara itu, guru berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per bulan,” jelas Syukri.

Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Bukittinggi, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan di tengah masyarakat. (pry)