AGAM/BUKITTINGGI

248 Pelajar Berebut Tiket Paskibraka 2026 di Bukittinggi

×

248 Pelajar Berebut Tiket Paskibraka 2026 di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
PASKIBRAKA— Pemko Bukittinggi menggelar seleksi Calon Paskibraka tahun 2026. Sebanyak 248 pelajar mengikuti tahapan seleksi setelah dinyatakan lolos dari total 332 pendaftar yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMA sederajat di daerah tersebut.

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Sebanyak 248 pelajar mengikuti taha­pan seleksi setelah dinyatakan lolos dari total 332 pendaftar yang berasal dari berbagai sekolah ting­kat SMA sederajat di daerah tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, Selasa (21/4), menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan kebanggaan tersendiri bagi pelajar. Ia menyebut, Bukittinggi memiliki keistimewaan karena termasuk sa­lah satu daerah yang me­ngi­barkan bendera pusaka, selain Jakarta dan Yogyakarta.

“Tidak semua pelajar bisa mendapatkan kesempatan ini. Seleksi menjadi sangat penting, apalagi dalam tiga tahun terakhir, karena peserta tidak hanya dinilai dari aspek fisik, tetapi juga karakter kebangsaan, akademik, dan berbagai aspek lainnya,” ujar Rismal.

Ia menambahkan, pro­ses seleksi dilakukan secara objektif tanpa intervensi pihak manapun. Dari ratusan peserta yang lolos ad­ministrasi, nantinya akan dipilih 54 pelajar terbaik sebagai Paskibraka Kota Bukittinggi serta tiga orang untuk mewakili daerah di tingkat Provinsi Su­ma­tera Barat.

Baca Juga  Feri Jaya Jabat Auditor Pertama di Inspektorat

“Kita lakukan secara objektif tanpa unsur apa pun. Saya berpesan agar para calon Paskibraka dapat menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masya­ra­kat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, menyampaikan bahwa seleksi Paskibraka merupakan ba­gian dari program nasional dalam mencetak generasi muda berkualitas. Menurutnya, Paskibraka diha­rap­kan menjadi role model dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

“Tahun ini, proses seleksi juga mengalami penyesuaian karena tahapan yang dilalui serupa dengan tes kedinasan. Hal ini diharapkan dapat membantu peserta mengenal sis­tem tersebut sejak dini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa melalui proses seleksi ini, generasi muda di­per­siapkan menjadi calon pe­mimpin masa depan yang memiliki kedisiplinan, mental kuat, serta wawasan kebangsaan yang baik.

“Melalui seleksi paskibraka, para generasi muda disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Sehingga, pa­ra peserta memiliki be­kal dalam kedisiplinan, men­tal dan pengetahuan un­tuk menjadi kader pe­mim­pin yang mampu mem­bawa bangsa ini lebih ma­ju ke depannya,” jelasnya.

Baca Juga  Susun Program Kerja, GOW Agam Gelar Raker Perdana

Di sisi lain, Kepala Kesbangpol Bukittinggi, Nenta Oktavia, mengungkapkan bahwa rangkaian seleksi telah diawali dengan sosialisasi pada 6 Maret 2026 yang diikuti seluruh SMA sederajat di Kota Bukittinggi.

Pendaftaran dilakukan secara daring pada 1 hingga 14 April 2026. Dari 332 akun yang terdaftar, sebanyak 258 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri dari 110 putra dan 148 putri. Sementara itu, 74 peserta lainnya tidak memenuhi syarat karena tidak melengkapi berkas atau tidak menuntaskan proses pendaftaran, termasuk 38 peserta yang tidak mengunggah dokumen sama sekali.

“Peserta akan mengi­kuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan dan Tes Intelegensia Umum pada 20 April, tes kesehatan pada 21 April, seleksi parade pada 22 April, tes ba­ris-berbaris pada 23 April, hingga tes kesamaptaan jasmani serta wawancara pada 24 April 2026,” tutupnya. (pry)