BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Sebanyak 248 pelajar mengikuti tahapan seleksi setelah dinyatakan lolos dari total 332 pendaftar yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMA sederajat di daerah tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, Selasa (21/4), menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan kebanggaan tersendiri bagi pelajar. Ia menyebut, Bukittinggi memiliki keistimewaan karena termasuk salah satu daerah yang mengibarkan bendera pusaka, selain Jakarta dan Yogyakarta.
“Tidak semua pelajar bisa mendapatkan kesempatan ini. Seleksi menjadi sangat penting, apalagi dalam tiga tahun terakhir, karena peserta tidak hanya dinilai dari aspek fisik, tetapi juga karakter kebangsaan, akademik, dan berbagai aspek lainnya,” ujar Rismal.
Ia menambahkan, proses seleksi dilakukan secara objektif tanpa intervensi pihak manapun. Dari ratusan peserta yang lolos administrasi, nantinya akan dipilih 54 pelajar terbaik sebagai Paskibraka Kota Bukittinggi serta tiga orang untuk mewakili daerah di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
“Kita lakukan secara objektif tanpa unsur apa pun. Saya berpesan agar para calon Paskibraka dapat menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, menyampaikan bahwa seleksi Paskibraka merupakan bagian dari program nasional dalam mencetak generasi muda berkualitas. Menurutnya, Paskibraka diharapkan menjadi role model dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.
“Tahun ini, proses seleksi juga mengalami penyesuaian karena tahapan yang dilalui serupa dengan tes kedinasan. Hal ini diharapkan dapat membantu peserta mengenal sistem tersebut sejak dini,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa melalui proses seleksi ini, generasi muda dipersiapkan menjadi calon pemimpin masa depan yang memiliki kedisiplinan, mental kuat, serta wawasan kebangsaan yang baik.
“Melalui seleksi paskibraka, para generasi muda disiapkan untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Sehingga, para peserta memiliki bekal dalam kedisiplinan, mental dan pengetahuan untuk menjadi kader pemimpin yang mampu membawa bangsa ini lebih maju ke depannya,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Kesbangpol Bukittinggi, Nenta Oktavia, mengungkapkan bahwa rangkaian seleksi telah diawali dengan sosialisasi pada 6 Maret 2026 yang diikuti seluruh SMA sederajat di Kota Bukittinggi.
Pendaftaran dilakukan secara daring pada 1 hingga 14 April 2026. Dari 332 akun yang terdaftar, sebanyak 258 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi, terdiri dari 110 putra dan 148 putri. Sementara itu, 74 peserta lainnya tidak memenuhi syarat karena tidak melengkapi berkas atau tidak menuntaskan proses pendaftaran, termasuk 38 peserta yang tidak mengunggah dokumen sama sekali.
“Peserta akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan dan Tes Intelegensia Umum pada 20 April, tes kesehatan pada 21 April, seleksi parade pada 22 April, tes baris-berbaris pada 23 April, hingga tes kesamaptaan jasmani serta wawancara pada 24 April 2026,” tutupnya. (pry)






