AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam terus mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran penyakit campak dengan melaksanakan imunisasi tambahan secara massal di sejumlah wilayah. Langkah ini difokuskan pada daerah yang mengalami wabah maupun yang memiliki cakupan imunisasi rendah.
Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menyampaikan bahwa imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) telah digelar di delapan kecamatan.
“Imunisasi tambahan telah dilakukan di Kecamatan Palembayan, Lubuk Basung, Sungai Pua, Ampek Angkek, Ampek Koto, Matur, Tanjung Raya, dan Kamang Magek, yang merupakan daerah mengalami wabah atau memiliki cakupan imunisasi rendah,” katanya.
Selain imunisasi massal, Dinas Kesehatan Agam juga tetap menjalankan program imunisasi rutin campak bagi bayi usia sembilan bulan melalui puskesmas dan posyandu. Upaya ini diperkuat dengan kampanye imunisasi melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap penyakit campak.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan deteksi dini dengan memantau perkembangan kasus di lapangan. Setiap kasus yang dicurigai segera dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara cepat.
“Kita melakukan survei untuk mendeteksi dini kasus campak,” ujarnya.
Dalam penanganan wabah, Dinas Kesehatan Agam juga melakukan investigasi untuk menelusuri sumber penularan serta mengidentifikasi kelompok rentan. Penanganan pasien dilakukan melalui isolasi guna mencegah penyebaran, disertai perawatan suportif seperti pemberian vitamin A dan obat penurun demam.
Edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, termasuk mengenai gejala, cara penularan, serta pentingnya imunisasi. Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah membentuk Tim Gerak Cepat yang siap merespons setiap kejadian wabah.
“Respon cepat terhadap wabah dilakukan dengan membentuk Tim Gerak Cepat agar penanganan bisa dilakukan segera,” katanya.
Hendri mengungkapkan, sepanjang Januari hingga 18 April 2026, tercatat sebanyak 59 kasus campak di Kabupaten Agam. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 48 kasus.
“Kita berharap dengan upaya yang dilakukan kasus berkurang nantinya,” harapnya. (pry)






