BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencanangkan tiga kelurahan sebagai Desa Cinta Statistik (Cantik). Program ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan data agar pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Kepala BPS Kota Bukittinggi, Abdi Gunawan, menekankan pentingnya penguatan tata kelola statistik sektoral di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, data yang berkualitas dan terintegrasi menjadi fondasi utama dalam seluruh tahapan pembangunan.
“Data statistik yang berkualitas dan terintegrasi menjadi pondasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya, Jumat (17/4).
Ia menjelaskan, melalui penguatan statistik sektoral serta pelaksanaan Program Desa Cantik, diharapkan kualitas data semakin meningkat. Selain itu, kapasitas aparatur juga akan lebih baik sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran.
“Kami juga terus mendorong pembangunan Zona Integritas serta peningkatan layanan statistik kepada masyarakat,” tambahnya.
Abdi juga menyinggung pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus ini bertujuan memetakan kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh, termasuk perkembangan sektor usaha dan ekonomi digital.
“Hasil sensus ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menciptakan ekosistem usaha yang sehat,” katanya.
Ia memastikan bahwa seluruh data responden akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku. BPS juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang akurat saat proses pendataan berlangsung.
Sementara itu, Staf Ahli Pemerintah Kota Bukittinggi, Melfi Abra, menegaskan bahwa data yang akurat dan terintegrasi merupakan kunci utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Hal ini sejalan dengan pencanangan Program Desa Cantik di daerah tersebut.
Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia sekaligus memperkuat peran kelurahan sebagai penghasil data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Semua harus mengacu pada satu data yang akurat dan objektif sebagai dasar pembangunan. Di era digital dan big data saat ini, data menjadi kunci utama dalam menentukan arah kebijakan,” ujarnya.
Adapun tiga kelurahan yang ditetapkan dalam Program Desa Cantik adalah Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), Tarok Dipo, dan Kayu Kubu.
Usai pencanangan, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan Agen Statistik dari masing-masing kelurahan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan serta pemanfaatan data di tingkat kelurahan guna mendukung pembangunan yang lebih efektif dan terarah. (pry)






