AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, yang terdampak banjir bandang akhir November 2025.
Percepatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Utama BNPB RI bersama Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, Kamis (16/4) di SDN 05 Kayu Pasak.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan huntap sebagai langkah nyata pemulihan pascabencana. “Kita bersyukur hari ini bisa memulai pembangunan hunian tetap sebagai upaya membantu masyarakat kembali hidup normal,” ujarnya.
Ia mengingatkan besarnya dampak bencana yang melanda Palembayan, serta kuatnya dukungan pemerintah pusat. “Ini membuktikan negara hadir bersama masyarakat, mulai dari Presiden hingga jajaran TNI, Polri, dan relawan,” katanya.
Ke depan, Pemkab Agam menargetkan warga yang masih tinggal di hunian sementara segera dipindahkan ke huntap. Pemerintah juga membuka peluang pembangunan huntap mandiri dengan dukungan lahan dari masyarakat. “Kami pastikan masyarakat tidak perlu khawatir, hunian tetap akan disiapkan agar kehidupan kembali berjalan normal,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB menekankan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. “Semua ini hasil kerja sama pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, relawan, hingga dunia usaha,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan bencana. “Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi,” katanya.
BNPB berharap dukungan pemerintah daerah dalam percepatan administrasi, mengingat pembangunan huntap didanai melalui APBN, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tepat waktu. (pry)





