BUKITTINGGI, METRO–Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi meresmikan nama Soekarno M. Noer sebagai salah satu gedung di lingkungan kampus tersebut, Rabu (15/4). Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan wisuda angkatan ke-XII tahun 2026.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Bupati Agam, serta Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi.
Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Silfia Hanani, menjelaskan bahwa penamaan gedung ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi Soekarno M. Noer dalam dunia seni dan budaya Indonesia.
“Ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi beliau bagi bangsa dan dunia seni budaya Indonesia. Semoga dengan penamaan ini, semangat dan nilai-nilai perjuangan beliau dapat terus menginspirasi generasi muda, khususnya di lingkungan UIN Bukittinggi,” ujarnya.
Soekarno M. Noer dikenal sebagai salah satu tokoh besar perfilman Indonesia. Aktor dan produser legendaris ini memiliki darah Minangkabau dari Bonjol, Sumatera Barat, dan menjadi sosok yang dihormati dalam sejarah perfilman nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa UIN saat ini telah mencapai lebih dari 12.000 orang. Sementara itu, pada wisuda tahun ini, sebanyak 820 mahasiswa dari jenjang S1, S2, dan S3 resmi diwisuda.
Dalam orasi ilmiahnya, Rano Karno menyampaikan pesan mendalam kepada para lulusan. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar bagi bangsa.
“Negara ini tidak hanya butuh orang pintar, tapi butuh orang yang memiliki hati bersih dan memperjuangkan pengentasan kemiskinan. Indonesia saat ini memanggil Anda bukan dengan suara yang keras, tapi dengan keadaan yang nyata. Hiduplah untuk jadi berhasil dan hiduplah untuk menjadi yang berarti,” tuturnya.
Terkait diabadikannya nama sang ayah sebagai gedung kampus, Rano Karno mengaku bangga dan terharu. Ia menyebut, nama tersebut bukan sekadar identitas, melainkan warisan nilai kehidupan.
“Hari ini, ketika nama beliau diabadikan di kampus ini, mengingatkan kami bahwa hidup bukan seberapa tinggi kita berdiri, tapi seberapa dalam kita berakar. Beliau mengajarkan kami bagaimana bekerja keras,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua wisudawan serta civitas akademika UIN Bukittinggi atas kontribusi mereka dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Selain itu, Rano Karno turut menyatakan dukungannya terhadap upaya Kota Bukittinggi untuk memperoleh status sebagai daerah khusus atau daerah istimewa. Menurutnya, Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan bangsa.
“Saya sudah berbicara banyak dengan Wali Kota Bukittinggi. Dari sejarah, ada tiga kota, Jakarta, Yogyakarta, dan Bukittinggi. Ini tidak bisa dipungkiri. Tinggal bagaimana perjuangannya. Apa pun hasilnya nanti, yang penting kota ini sudah kita perjuangkan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bukittinggi, Rismal Hadi, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap upaya tersebut. Ia menyebut, komunikasi terus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
“Kita apresiasi dukungan yang diberikan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemprov DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, menjadi penyemangat bagi Bukittinggi dalam memperjuangkan status sebagai daerah khusus ataupun daerah istimewa,” ujarnya.
Menurutnya, Bukittinggi telah mengusung branding sebagai “Kota Perjuangan” yang memiliki keterkaitan erat dengan Jakarta dan Yogyakarta dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. (pry)





