ATLÉTICO MADRID mencetak kemenangan bersejarah usai menumbangkan FC Barcelona dengan skor 2-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA 2025/2026, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini sekaligus mengakhiri penantian panjang Los Rojiblancos yang tak pernah menang di Camp Nou selama dua dekade.
Pasukan Diego Simeone tampil disiplin dan efektif, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Barcelona harus bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama. Kemenangan ini menjadi tonggak penting bagi Atletico dalam rivalitas panjang dengan raksasa Catalan tersebut.
Sejak awal laga, Barcelona yang dilatih Hansi Flick tampil dominan. Serangan demi serangan dilancarkan melalui Marcus Rashford dan Lamine Yamal, namun rapatnya lini pertahanan Atletico membuat peluang tuan rumah tak berbuah gol.
Momentum pertandingan berubah drastis pada menit ke-42. Bek muda Barcelona, Pau Cubarsí, diganjar kartu merah usai melanggar Giuliano Simeone. Insiden tersebut menjadi titik balik yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu.
Tak lama berselang, Julián Álvarez sukses memecah kebuntuan lewat tendangan bebas pada menit ke-45. Gol tersebut membawa Atletico unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Barcelona tetap berusaha menekan meski kekurangan pemain. Peluang emas sempat didapat Rashford, namun bola hanya membentur mistar gawang. Di sisi lain, Atletico bermain lebih sabar dan menunggu celah melalui serangan balik.
Keunggulan tim tamu akhirnya bertambah pada menit ke-70. Penyerang pengganti Alexander Sørloth mencetak gol kedua setelah memanfaatkan umpan matang Matteo Ruggeri, sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi Atletico.
Secara statistik, Barcelona unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama. Atletico tampil klinis dalam memanfaatkan peluang sekaligus memutus rekor kandang impresif Barcelona.
Bagi Simeone, kemenangan ini terasa spesial. Selain mengakhiri rekor buruk di Camp Nou, hasil tersebut juga menjadi kemenangan tandang pertamanya atas Barcelona sejak menangani Atletico. Bahkan, ini merupakan kemenangan pertama Atletico di markas Barcelona sejak Februari 2006.
Hasil ini menempatkan Atletico di atas angin jelang leg kedua di Metropolitano. Dengan keunggulan dua gol dan dukungan publik sendiri, peluang mereka untuk melaju ke semifinal semakin terbuka lebar.
Meski demikian, Barcelona belum menyerah. Dengan kualitas skuad yang dimiliki, peluang untuk melakukan comeback tetap ada, meski mereka harus bekerja ekstra keras untuk membalikkan defisit dua gol.
“Kejuaraan ini bukan hanya soal hasil, tapi bagaimana kami memanfaatkan momen penting dalam pertandingan,” menjadi gambaran performa Atletico yang tampil efektif dan disiplin sepanjang laga.
Kemenangan ini juga menghidupkan kembali kenangan manis Atletico saat dua kali menyingkirkan Barcelona di fase perempat final Liga Champions pada 2014 dan 2016—dua musim di mana mereka berhasil melaju hingga ke final.
Kini, langkah Atletico menuju semifinal semakin dekat. Sementara Barcelona menghadapi ujian berat untuk menjaga asa mereka tetap hidup di kompetisi elite Eropa tersebut. (*/rom)






