PESSEL, METRO—Maraknya aksi pencurian di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sempat memicu keresahan luar biasa di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, kotak infak di beberapa masjid raib dan belasan rumah yang ditinggal penghuninya selama libur lebaran Idul Fitri dimasuki maling.
Data dari laporan masyarakat menunjukkan bahwa pelaku telah menyasar setidaknya 15 rumah warga di berbagai titik. Wilayah KTM Silaut menjadi area terdampak paling parah dengan total 11 rumah yang menjadi korban pembobolan. Sementara itu, Nagari Sungai Sirah dan Nagari Silaut masing-masing mencatat dua rumah warga yang dimasuki pencuri.
Namun, menindaklanjuti keresahan itu, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Lunang Silaut bergerak cepat melakukan penyelidikan di lapangan. Tak butuh waktu lama, tiga orang yang menjadi komplotan spesialis pembobol kotak amal dan pembobolan rumah berhasil ditangkap.
Ketiga pelaku masing-masing bernama Aldi Lubis (22), Irfan Nehe (29), dan Antani Nehe (19). Selain berkomplot menjadi spesialis pencuri, ketiga pelaku ini ternyata memiliki pekerjaan sebagai buruh di perusahaan perkebunan sawit.
Kapolsek Lunang Silaut, AKP Martin, mengatakan, pihaknya meringkus ketiga pelaku pada Jumat (27/3) sekitar pukul 21.00 WIB, setelah mendapatkan laporan dari pengurus masjid dan pemilik rumah yang menjadi korban pencurian.
“Pelaku Aldi Lubis diduga sebagai pelaku pencurian kotak amal di Masjid Ar Royyan. Pelaku diketahui bekerja sebagai buruh di PT Incasi Raya POM dan berdomisili di camp perusahaan tersebut. Hasil pemeriksaan sementara, pelaku juga terlibat dalam aksi pencurian kotak amal di beberapa masjid,” ungkap AKP Martin.
Ditambahkan AKP Martin, sedangkan dua pelaku lainnya, yakni Irfan Nehe dan Antani Nehe, diduga terlibat dalam aksi pencurian terhadap sedikitnya 15 rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya untuk mudik ke kampung halamannya.
“Pelaku Irfan Nehe diketahui merupakan buruh panen di PT SJAL dan berdomisili di Camp D PT SJAL 1, Kecamatan Silaut. Sementara Antani Nehe juga bekerja sebagai buruh panen di perusahaan yang sama dan tinggal di camp yang sama,” tegas AKP Martin.
Selain melakukan penangkapan, ungkap AKP Martin, dari tangan para pelaku, pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan hasil kejahatan. Barang bukti tersebut saat ini telah diamankan di Polsek Lunang Silaut.
“Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit tablet merek NextFun beserta charger dan tasnya, satu unit telepon seluler merek Vivo Y04S, serta satu buah tas abu-abu bermotif yang berisi berbagai jenis dan merek rokok,” tutur dia.
AKP Martin menambahkan, barang-barang tersebut berasal dari rumah warga yang menjadi sasaran pencurian selama musim mudik Lebaran, ketika banyak rumah dalam kondisi kosong ditinggal pemiliknya.
“Hingga saat ini, kami telah menerima tiga laporan polisi dari masyarakat yang menjadi korban pencurian tersebut. Kami mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban pencurian agar segera melapor dengan membuat laporan resmi di Mapolsek Lunang Silaut,” ujar dia.
Menurut AKP Martin, dengan adanya laporan dari warga yang menjadi korban pencurian, akan lebih memberatkan pelaku dan sekaligus memudahkan proses penyelidikan lebih lanjut serta mempermudah pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya.
“Kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun lokasi kejadian perkara lainnya. Silahkan berikan informasi kepada kami, pasti akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (*)






