SAWAHLUNTO, METRO— Menindaklanjuti hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, Pemerintah Kota Sawahlunto bersama masyarakat setempat menggelar perayaan malam takbiran yang meriah pada Jumat malam (20/3). Kesyahduan malam kemenangan ini diwarnai dengan tradisi Pawai Obor yang membelah kegelapan kota warisan dunia ini. Ribuan cahaya api dari bambu-bambu yang dibawa oleh warga menciptakan pemandangan yang spektakuler, melambangkan semangat dan kegembiraan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Pawai obor ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan simbolisasi kemenangan bagi umat Muslim di Sawahlunto. Setelah 30 hari lamanya menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu dari waktu imsak hingga berbuka, masyarakat tumpah ruah ke jalanan untuk mengagungkan nama Tuhan. “Pawai obor ini adalah tanda kemenangan kita. Kita telah berjuang melawan diri sendiri selama sebulan penuh, dan malam ini kita merayakannya dengan kebersamaan dan rasa syukur,” ujar Muldayuri Lurah Tanjung Sari Kecamatan Lembah Segar. Pemerintah Kota Sawahlunto berharap momentum Ramadan 1447 H dan Hari Raya Idul Fitri 2026 ini menjadi titik balik bagi kemajuan kota. Ada doa dan harapan besar yang dipanjatkan agar Kota Sawahlunto dapat berkembang lebih cepat dari segala sisi, baik secara ekonomi, sosial, maupun pembangunan infrastruktur. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang terlihat dalam kekompakan pawai obor ini diharapkan terus terjaga dalam membangun kota ke arah yang lebih maju.
Shalat Id Diguyur Gerimis
Meski diguyur gerimis deras, shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Lapangan Ombilin, Sawahlunto berjalan khusyuk dan khidmat, Sabtu (21/3). Gerimis mulai turun saat Muhammad Alfarezi mulai mengimami Shalat Idul Fitri. Kaum muslim tampak khusyuk menuaikan Shalat Idul Fitri. Usai shalat Idul Fitri usai, beberapa kaum muslim berteduh di tribun seraya mendengarkan khutbah. Bagi yang tetap duduk, ada menutup kepala dengan sajadah. Sebaliknya ada pula tetap duduk dengan peci sebagai penutup kepala. Ada juga kaum muslim dan muslimah yang membawa payung.
Begitu Shalat Idul Fitri usai dan Khatib Safwan Diran menyampaikan khutbah hingga menutup dengan doa, gerimis masih turun.
Khatib Safwan Diran dalam khutbah nya, mengajak kaum muslim agar tetap mempertahankan taqwa yang sudah diraih selama Ramadhan. “Tanda-tanda orang yang taqwa itu, sabar dan selalu melihat sesuatu dari baik,” ujar Khatib, Safwan.
Sementara itu Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Sawahlunto Dedi Wandra menyampaikan persiapan dan kegiatan yang digelar selama menjelang Shalat Idul Fitri. “Malam, menjelang Shalat Idul Fitri esok hari, kita menggelar festival takbiran yang diikuti kecamatan, desa, kelurahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bagi kecamatan, festival takbiran kita perlombakan,” imbuh Dedi Wandra. Disebutkannya, festival takbiran dengan membawa obor diawali dari depan Masjid Agung Nurul Islam menyusuri Pasar Sawahlunto dan berakhir di Silo. Terbaik Pertama, kedua, ketiga dan keempat, diraih Kecamatan Talawi, Lembah Segar, Silungkang dan Barangin. Masing-masing memperoleh hadiah berupa uang. Sesuai urutan, Terbaik pertama, kedua, ketiga dan keempat memperoleh Rp1,5 juta, Rp1,250 juta, Rp1 juta dan Rp750 ribu. Walikota Sawahlunto Riyanda Putra menjelang Shalat Idul Fitri juga menyampaikan sambutan mengenai capaian pemerintahannya.(pin)






