METRO SUMBAR

Pemprov Sumbar Bersama Forkompinda, Siapkan Strategi Hadapi Illegal Fishing dan Krisis BBM

×

Pemprov Sumbar Bersama Forkompinda, Siapkan Strategi Hadapi Illegal Fishing dan Krisis BBM

Sebarkan artikel ini
FGD— Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memimpin Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bertema Mengantisipasi Illegal Mining, Illegal Fishing, dan Kelangkaan BBM di Sumatera Barat, kegiatan itu berlangsung di Istana Gubernur, Jumat (24/10).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda bergerak cepat menyiapkan langkah strategis menghadapi persoalan krusial daerah. Menurutnya, ada 3 persoalan men­desak di Sumbar yang perlu ditangani segera, di an­taranya maraknya aktivitas tambang ilegal, pe­nangkapan ikan ilegal, dan kelangkaan BBM.

“Semua harus berge­rak. Kita susun langkah-langkahnya dengan jelas, ada tahapan dan tindak lanjutnya,” tegas Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bertema Mengantisipasi Illegal Mining, Illegal Fishing, dan Kelangkaan BBM di Sumatera Barat, kegiatan itu berlangsung di Istana Gubernur, Jumat (24/10).

Menurut Mahyeldi, ada dua aspek utama yang perlu menjadi pertimba­ngan dalam penanganan masalah tersebut. Yakni, kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum yang tegas. “Kesejahteraan masyarakat dan penegakan hukum menjadi kunci dalam penanganan ma­salah ini,” tegasnya.

Baca Juga  Evaluasi Latihan Pertahanan Pangkalan, Endra Sulistiyono Bakar Semangat Prajurit

Dalam sesi pembahasan, Gubernur juga menyoroti maraknya praktik illegal fishing yang meng­gunakan alat tang­kap tidak ramah lingku­ngan di wilayah perairan Sumbar.

Guna meminimalisir hal tersebut, kata Mahyeldi, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan terus mendorong edukasi agar nelayan beralih ke alat tangkap ramah lingkungan.

“Kalau nelayan didu­kung dengan alat tangkap yang sesuai dan hasil tangkapannya pun layak. Saya yakin, mereka pasti memilih cara yang benar. Itulah yang sedang dan perlu terus kita upayakan bersama,” tukuk Mahyeldi.

Terkait kelangkaan BBM, Mahyeldi meng­ung­kapkan bahwa konsumsi BBM di Sumbar termasuk yang tertinggi di Indonesia. “Sudah ada tambahan kuota 70 ribu kiloliter, tapi itu pun bisa tidak cukup jika peruntukannnya tidak kita awasi. Karena itu, pengawasan harus kita perketat agar pe­nyaluran subsidi tepat sasaran,” jelasnya.

Baca Juga  Dua Kali Berturut Inspektorat Padangpariaman Raih Penghargaan Bupati

Ia juga mengingatkan, agar SPBU berperan aktif dalam menegakkan aturan pembatasan pembelian BBM bersubsidi maksimal 125 liter per kendaraan, sesuai dengan Surat Eda­ran yang telah diterbitkannya.

“Kalau amanat Surat Edaran Gubernur itu dijalankan dengan baik, kelangkaan bisa kita tekan. Tapi kalau dibiarkan, pasokan bisa habis sebelum akhir tahun,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan, Ketua DPRD Sumbar Muhidi menilai pentingnya rencana strategis jangka panjang yang terukur agar penyelesaian masalah tambang dan perikanan i­legal tidak berhenti di diskusi semata.

Sementara Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyatakan dukungan penuh kepada Pemprov Sumbar. “TNI siap membantu langkah Gubernur. Alam Sumatera Barat ini indah dan subur, jangan sampai dirusak oleh aktivitas-aktivitas ilegal,” tegasnya. (fan)