AGAM/BUKITTINGGI

Terdampak Kemarau Panjang, 11 Nagari Terima Bantuan Air Bersih

×

Terdampak Kemarau Panjang, 11 Nagari Terima Bantuan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
BANTUAN AIR BERSIH— BPBD Kabupaten Agam, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di 11 nagari yang terdampak kemarau panjang sejak akhir Agustus 2025.

AGAM, METRO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di 11 nagari yang terdampak kemarau panjang sejak akhir Agustus 2025.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, menyebutkan, ke-11 nagari tersebut tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Ampek Ang­kek dan Kecamatan Can­duang.

Rinciannya, tujuh nagari di Ampek Angkek meliputi Biaro Gadang, Panampuang, Pasia, Batu Taba, Ampang Gadang, Balai Gurah, dan Lambah. Sementara di Kecamatan Canduang ada empat nagari, yaitu Canduang, Lasi, Bukik Batabuah, dan Can­duang Koto Laweh.

Baca Juga  Bupati Hadiri Qurban dan Silaturahmi Alumni PGAN di Surau Ka’bah

“Distribusi air bersih dilakukan menggunakan empat unit mobil tangki dari BPBD Agam, PDAM Tirta Antokan, PMI Agam, dan PMI Bukittinggi,” ujar Ichwan, Minggu (14/9).

Selain armada tangki, BPBD juga mengerahkan empat unit mesin portable lengkap dengan selang, nozzle, dan bak penampung. Setiap harinya, ri­buan liter air disalurkan kepada ratusan kepala keluarga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut Ichwan, penyaluran bantuan air dimulai sejak 30 Agustus hingga 14 September 2025. Operasi ini melibatkan banyak pihak, mulai dari BPBD Agam, PDAM Tirta Antokan, PMI, pemerintah kecamatan dan nagari, Orari Lokal Bukittinggi, Kelompok Siaga Bencana, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga  Pemko Bebaskan Retribusi Pasar 4 Bulan, DPRD Minta Siapkan Payung Hukum

“Jadwal distribusi air sudah diatur oleh pemerintah kecamatan agar semua warga terdampak dapat terlayani secara merata,” jelasnya.

Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah mu­sim kemarau panjang yang menye­babkan krisis air bersih di dua kecamatan tersebut. (pry)