PADANG, METRO – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat berganti. Deputi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia resmi melantik Wahyu Purnama A sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat menggantikan Endy Dwi Tjahjono dalam upacara serah terima jabatan di aula kantor tersebut, Jumat (29/3).
Wahyu Purnama A diketahui sebelumnya menjabat sebagai Kepala Grup di Departemen Regional I yang mengkoordinir Kantor Perwakilan BI Regional Sumatera dan kemudian mendapatkan amanah sebagai Kepala Kantor BI Perwakilan Sumbar. Sementara itu, pejabat lama Endy Dwi Tjahjono mendapatkan promosi jabatan sebagai Kepala Grup di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Pusat.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, berharap BI Sumbar bisa terus bekerja sama dan membantu pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi. Sehingga inflasi Sumbar terus terjaga di level yang rendah, dan stabil, karena menjaga inflasi rendah sangat penting supaya pendapatan masyarakat terus terjaga dengan baik.
“Jika inflasi tinggi, maka pendapatan masyarakat tergerus, daya beli masyarakat tergerus. Sumbar sudah terbukti 2 kali berturut-turut 2016 dan 2017 mendapat penghargaan nasional terbaik terkait TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) se Sumatera. Hal itu berkat sinergitas semua pihak yang ada di Sumbar,” ungkap Mirza.
Sementara itu, Endy Dwi Tjahjono, yang merupakan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar yang lama, mengatakan Bank Indonesia memiliki peranana yang penting dalam pengendalian inflasi. Jika inflasi terkendali, maka ekonomi akan terus tumbuh, karena perdagangan akan semakin merata di ranah minang.
“Kita ingin pengendalian inflasi itu naik kelas. Perdagangan antar daerah kabupaten/kota bisa diteruskan. Kalau itu dilakukan, maka inflasi di Sumbar benar-benar bisa dikendalikan, karena produksi dari satu kabupaten/kota bisa disebar secara merata kepada daerah-daerah yang lain,” kata Endy.
Endy melanjutkan, perdagangan antar daerah kabupaten/kota secara merata sudah dilakukan, dan sudah banyak mencapai kemajuan. Sehingga, perbedaan harga juga akan semakin menipis antara satu kabupaten dengan kabupaten/kota lainnya, dan petani juga akan diuntungkan.
“Tentu kita bisa melihat banyak pencapaian yang sudah kita lakukan, tetapi ke depan kita ingin bisa lebih baik lagi. Selama ini kerjasama dengan pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten/kota terkesan luar biasa belangsung dengan baik,” ungkap Endy.
Sementara itu Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama A, mengatakan selama ini Bank Indonesia bersama pemerintah dalam TPID sudah melakukan dengan baik. Bahkan dibawah pak Endy, baik provinsi Sumatera Barat maupun kota Padang, menjadi TPID terbaik.
“Kita mencoba menjaga inflasi Sumbar, kerena inflasi sangat penting dikendalikan, supaya masyarakat miskin tidak bertambah, supaya harga-harga terjangkau. Ini yang akan kami lakukan ke depannya,” sebut Wahyu.
Wahyu juga menyampaikan, yang menjadi tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai rupiah. Kalau di daerah tentu menjaga kestabilan inflasi. Idealnya itu adalah inflasi yang rendah dan terkendali, yang tentunya akan tercapai jika sinergitas dan kerjasama dengan semua pihak.
“Tentunya, ke depan bersama teman-teman, juga akan berusaha dengan sebaik-baiknya bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan hal yang sama. Kita menjaga supaya uang layak edar, benar-benar tersedia secara wajar, kemudian juga ada pengembangan ekonomi syariah, umkm, program sosial Bank Indonesia. Kami ingin melanjutkan apa yang sudah dilakukan pak Endy selama ini bersama BI Sumbar,” tambah Wahyu.(rgr)






