Ramadhan Kareem

Pemkab Solsel akan Gelar Pasar Murah jelang Idul Fitri, Setiap Paket Sembako dapat Potongan 50 Persen

×

Pemkab Solsel akan Gelar Pasar Murah jelang Idul Fitri, Setiap Paket Sembako dapat Potongan 50 Persen

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Bahan pokok makanan

SOLSEL, METRO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) bakal menggelar bazar atau pasar murah bahan pokok menjelang Idul Fitri guna membantu masya­rakat menengah ke bawah.

“Kegiatan bazar murah ini selain membantu ma­syarakat menengah kebawah juga upaya peme­rintah menjaga kestabilan harga bahan pokok,” kata Kepala Bidang ketahanan Pangan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Solok Selatan Joko Nugroho di Padang Aro, Senin (26/3).

Dia mengatakan pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Tarawih Perdana Ramadhan 1442 H, Bupati Shalat di Kampung Halaman

Pelaksanaan bazar pa­ngan murah sendiri akan dilaksanakan oleh Pemkab Solok Selatan di akhir Maret 2024 atau awal April.

Sedangkan pangan yang disediakan oleh Pemerintah yaitu beras, cabai merah, bawang merah/putih, telur, minyak goreng, gula, kacang dan terigu.

“Setiap paket sembako akan di potong harga 50 persen dan masyarakat menggunakan kupon untuk mendapatkannya,” ujar­nya.

Dia menyebutkan, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mem­bantu masyarakat berpenghasilan menengah kebawah.

Salah satu program yang masih berjalan sampai saat ini yaitu pembagian beras dari Badan Pa­ngan Nasional untuk ma­syarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga  Kerja Sama FKG Unibrah dengan LAZIS MUM, Ajak 500 Anak Yatim Dhuafa Berbuka Bersama

Dia menambahkan, awal Ramadhan berbagai harga bahan pokok melonjak cukup tinggi terutama cabai merah yang sempat mencapai Rp120 per kilogram.

Sekarang katanya, harga cabai merah sudah kembali stabil di harga Rp40-Rp45 ribu per kilogramnya.

“Kami terus memantau harga berbagai bahan pangan supaya bisa dilakukan antisipasi secepatnya apabila ada lonjakan yang signifikan,” ujarnya. (rel/rom)