METRO PADANG

Anggaran Bedah Rumah “Semata” Naik Rp40 Juta

×

Anggaran Bedah Rumah “Semata” Naik Rp40 Juta

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI RUMAH SEMATA— Wali Kota Padang Hendri Septa saat mengunjungi rumah Arif Kurnia, penerima program Semata yang berada di Kecamatan Padang Selatan, Rabu (13/3).

A. YANI, METRO–Program Semalam di Rumah Wali Kota (Semata) yang dica­nang­kan Wako Padang, Hendri Septa memasuki jilid IV selama kepemimpinannya. Di tahun ini, anggaran bedah rumah bagi pe­nerima program Semata menga­la­mi kenaikan dari tahun-tahun se­belumnya.

Hal tersebut disampaikan Wa­ko Hendri Septa saat mengunjungi keluarga Arif Kurnia (38) dan Ermita Purnama Sari (32) yang tinggal di Se­berang Pebayan RT 04 RW 02, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Se­latan, Rabu (13/3).

Dia menyebut, kenaikan anggaran untuk satu unit rumah yang akan dibedah lewat program semata naik dari sebelumnya hanya Rp25 juta per unit, menjadi Rp40 juta per unit atau naik sebesar Rp15 juta per unitnya.

“Berbeda dengan ta­hun sebelumnya, anggaran untuk bedah rumah program Semata ini mengalami peningkatan. Pada tahun lalu untuk satu unit rumah senilai Rp25 juta, sementara untuk tahun ini naik menjadi Rp 40 juta,” katanya.

Baca Juga  Badan Pemenangan Prabowo-Sandi sudah Dikukuhkan Pengurus, Siapkan Program dan Strategi

Dia berharap, dengan adanya penambahan anggaran ini, rumah masya­ra­kat yang akan dibangunnya semakin bagus lagi, dan berkualitas dan penerima semakin bahagia dibulan penuh berkah ini.

Wako menyebut, program Semata merupakan program yang bertujuan untuk membantu warga kurang mampu di Kota Padang. Sasaran dari program ini adalah warga yang rumahnya tidak layak huni, yang nantinya akan dibedah oleh Baznas kota Padang.

“Alhamdulillah kita kem­bali dapat melaksanakan program Semata. Selain bedah rumah, keluarga penerima akan diinapkan semalam di rumah Dinas Wali Kota Padang, berbuka bersama, dan akan diakhiri dengan makan sa­hur bersama,” ungkap Hen­dri Septa saat penjemputan keluarga Arif Kurnia (38) dan Ermita Purnama Sari (32).

Baca Juga  Pemko Padang Siapkan Strategi Tangani Dampak Krisis Perubahan Iklim

Sementara itu, penerima bedah rumah Arif Kurnia mengaku senang dan bersyukur atas apa yang diperolehnya itu. Arif yang sehari-hari bekerja serabutan, mengaku tidak punya biaya untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

Dia mengatakan, penghasilannya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya tersebut. Selain itu, dia juga bercerita tentang kondisi rumahnya jika datang hujan, air sering masuk rumah karena kondisi atap yang mengalami bocor.

“Kami sekeluarga bersyukur telah dibantu dan rumah kami juga akan dibedah menjadi lebih layak huni. Semoga kebaikan dari bapak ibu dibalas oleh Allah SWT,” sebutnya. (brm)