Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah menyatakan hingga kini kasus covid 19 belum ada dalam Kota Pariaman. Namun tingkat kasus DBD yang tinggi sepanjang tahun 2023. Pasalnya. sepanjang tahun 2023 telah terjadi 163 kasus DBD. “Bahkan awal tahun 24 telah terjadi kasus DBD satu dengan kondisi pasien meninggal dunia. Karena itulah kita menghimbau kepada semua lampisanmasyarakat untuk selalu melakukan aksi bersih bersih di lingkungan rumah kita,” kata Nazifah, kemarin.
Katanya, dalam antisipasi DBD ini dinasnya telah melakukan himbauan kepada semua masyaÂrakat Kota Pariaman semu Organisasi Perangkat DaÂerah (OPD) di lingkungan Pemko Pariaman untuk selalu melakukan aksi bersih bersih dalam lingÂkungannya. “Bahkan kita meminta dan menghimbau semua OPD se Kota Pariaman untuk melakukan gontong royong daÂlam memberishkan lingÂkungan kantor setiap hari agar tidak bersarang nyamuk yang dapat menyeÂbabkan kematian bagi seorang manusia,” ujarnya.
Himbau tersebut dilakukan katanya, agar semua kantor OPD di lingÂkungan Pemko Pariaman sellau dalam kondisi bersih sepanjang hari. SeÂhingga semua Aparatur Sipil (ASN) yang melaksanakan tugas perkantoran selalu terhindari dari serangan nyamuk berbahaya itu.
Kemudian katanya, Dinas Kesehatan Kota Pariaman dalam mengantisipasi serangan nyamuk DBD dengan melakukan semprotan ( Poging ) ke rumah rumah masyarakat yang ada laporan atau masyarakat yang terdampak dari penyakit tersebut. Selanjutnya, tentang kasus erupsi Gunung MeÂrapi juga telah mengimbau warga di daerah itu untuk menggunakan masÂker di luar ruangan guna menghindari dampak erupsi Gunung Marapi yang terus terjadi sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan. “Kami telah mengeluarkan imbauan agar warga mengurangi aktifitas di luar ruangan dan ketika keluar ruangan diminta menggunakan masker,” katanya.
Dia juga mengatakan sebelum imbauan dikeluarkan sudah ada warga yang menggunakan masÂker saat berkendara yang hal itu menurutnya karena adanya kesadaran dari warga di daerah itu yang merasakan adanya debu erupsi Gunung Marapi. Pemko Pariaman, lanjutnya juga mengurangi kegiatan di luar ruangan guna mengurangi dampak erupsi pada kesehatan. Kegiatan di luar ruangan akan dilaksanakan jika sebeÂlumnya daerah itu diguyur hujan. “KIta berharap warga di daerah itu meÂngikuti imbauan yang dikeluarkan pemerintah seÂtempat agar bencana yang terjadi tidak berdampak pada kesehatan,” ungÂkapnya mengakhiri. (efa)






