METRO SUMBAR

Amankan Pantai Barat Sumatera, Dansatrol Lantamal II Kerahkan 4 KRI dan Tiga Patroli

×

Amankan Pantai Barat Sumatera, Dansatrol Lantamal II Kerahkan 4 KRI dan Tiga Patroli

Sebarkan artikel ini
AMANKAN— Satu kapal nelayan yang diduga melalukan pelanggaran di wilayah perairan Sumbar dipepet KRI Sinyaru untuk diamankan.

PADANG, METRO–Secara umum  jalur pe­layaran   di Wilayah  Samudera Indonesia  stabilitas  keamanan  masih relatif kondusif  di banding  de­ngan selat Malaka  dan laut Natuna.  Meski relatif  aman  pe­rairan  pantai Barat Suma­tera, Lantamal II, khusus­nya Satuan Patroli Angkatan Laut (Satrol)  terus me­ningkatkan pengamanan di seluruh wilayah kerjanya meliputi Sumatera Barat, Sibolga dan Bengkulu.

Samudera Indonesia  adalah  perlintasan  kapal-kapal asing  yang  sering  melakukan pencurian ikan  atau ilegal fishing. Selain i­lagal fishing, ternyata pe­ngeboman ikan dengan bahan peledak  juga tak kalah pentingnya diawasi de­ngan ketat, karena tindakan ini membuat fatal biota laut.

“Pengawasan pantai barat tetap dimaksimalkan untuk mengantisipasi pelanggaran kedaulatan serta pelanggaran hukum,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI AL II/Padang, Laksamana Pertama TNI Benny Febri, melalui Ka­dispen Mayor Laut (T) Syahrul didampingi Komandan Satrol (Dansatrol), Lantamal II Kolonel  Laut (P)  Afif Yuhardi Putera, SE, MM, MA kepada POSMETRO di Mako Satrol, Kamis (16/11).

Menurut Afif Yuhardi Putera, patroli terus digalakkan dengan mengerahkan empat kapal perang yang ada, masing masing  KRI Kelabang, KRI Kala Hitam, KRI Kurau, KRI Cakalang dan tiga kapal patroli.

Baca Juga  Meriahkan Bulan Ramadhan 1442 H, Bupati Harapkan ASN Ramaikan Masjid

“Mereka melalukan pat­roli, mulai Bengkulu, pulau paling luar Mentawai, Sibolga dan Suma­tera Barat.  Selain itu patroli kawasan pesisir juga terus berjalan melalui kapal patroli keamanan laut,” ujar Afif Yuhardi Putera.

Ia menyatakan, ancaman di pantai Barat Pulau Sumatera tergolong kecil karena berhadapan langsung dengan laut lepas. Selain itu kedalaman laut di kawasan Pantai Barat Pulau Sumatera juga membuat kerawanan tergolong minim jika diban­dingkan dengan Laut Natuna Utara.

Para pencolong akan keder jika melewati lokasi kita. Namun kitab tetap waspada. Pengawasan te­tap dimaksimalkan untuk mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran seperti penyelundupan narkoba, penyelundupan orang, pen­curian ikan, pembalakan liar, dan lainnya.

Selain pengawasan pe­langgaran, Pangkalan Utama TNI AL II/Padang juga memiliki fokus untuk me­ngantisipasi Bencana di laut. “Saat ada kejadian bencana di laut maka kami kerahkan personel serta alat untuk melakukan per­tolo­ngan dan penanganan. Satrol juga ada tim SAR yang selalu siap menjalankan perintah demi masya­rakat,” tegas Afif Yuhardi Putera.

Baca Juga  Daun Gambir Diolah jadi Bahan Makanan

Ia menegaskan pihak Lantamal II akan terus melaksanakan pengawa­san di wilayah hukumnya demi menjaga kemanan dan kedaulatan negara.

Ilegal Fishing sebut Afif Yuhardi Putera,  sudah  sering  dilakukan pemeriksaan  dan penangkapan  oleh Lantamal  II  Padang. Meski sudah  sering  dilakukan  pemeriksaan  dan pe­nangkapan, namun masih relatif aman.

“Meski di suatu sisi menimalisir  Ilegal Fishing   di Samudera Indonesia diakui kita masih keterba­tasan  sarana prasarana. Namun demikian  Lantamal II  tetap  kembangkan strategi mengatasi Ilegal Fishing dari kapal asing,” sebut Afif Yuhardi Putera.

Untuk kasus penangkapan ikan yang dilakukan, dengan cara membom atau menggunakan bahan peledak pihaknya selalu melakukan pengawasan, khusus di daerah Mentawai. Pelaku pelaku justru dari nelayan luar Sumbar. “Yang jelas, Satrol tak patah arang. Pada prinsipnya selalu siap turun sebagai Pandeka Lauik Sati,” tegas Afif Yuhardi Putera. (ped)