METRO PADANG

Berkabut, Kualitas Udara di Padang Menurun, Warga Diimbau Gunakan Masker, Mairizon: Partikel Debu Bersumber dari Kebakaran Hutan dan Lahan

×

Berkabut, Kualitas Udara di Padang Menurun, Warga Diimbau Gunakan Masker, Mairizon: Partikel Debu Bersumber dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Sebarkan artikel ini
Kepala DLH Kota Padang Mairizon

AIE PACAH, METRO–Sudah sejak beberapa hari ter­akhir, langit Kota Padang tak lagi biru. Di pagi hari, terlihat kabut cukup pekat di jajaran Bukit Barisan, padahal udara cerah dan terik.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, mengungkapkan kualitas udara di Kota Padang mengalami penurunan. Pemerintah Kota Pa­dang mengimbau warganya  untuk me­nge­nakan masker dan tidak me­la­kukan aktifitas yang dapat men­cemari udara.

“Kualitas udara kita mengalami penurunan dalam bebe­rapa hari ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mai­rizon, Minggu (3/9).

Berdasarkan data Sta­siun AQMS di Padang, In­deks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Padang berada di kategori sedang. Ter­catat parameter kua­litas udara di angka PM2,5 sejak tanggal 30 Agustus 2023.

Baca Juga  Kekerasan Perempuan dan Anak masih Ada, 2019, Ditemukan 100 Kasus di Sumbar

“Jika melihat trend nilai ISPU untuk parameter PM10 dan PM2.5 (partikel debu ukuran 10 dan 2.5 mikrometer), memang terlihat sedikit peningkatan trend nilai ISPU sejak tanggal 1 Agustus 2023 dibandingkan tanggal 31 Agustus 2023. Hal ini berarti ada sedikit penurunan kualitas udara di Kota Padang khususnya terkait parameter partikulat atau debu,” ungkap Mairizon.

Partikel debu ini dapat bersumber dari kebakaran hutan dan lahan yang berasal dari kota tetangga. Kegiatan membakar sampah di rumah atau jerami di pertanian, dan kenda­raan di jalan raya, juga menjadi pemicu.

“Untuk mengatasi dam­­pak mulai terjadinya penurunan kualitas udara sebaiknya masyarakat me­­makai masker,” ajak Mai­rizon.

Baca Juga  Amril Amin Rayakan Anniversary Club Senam NCC Cendana ke-2

Selain mengenakan mas­­ker, DLH Kota Padang mengimbau warganya untuk melakukan penanaman pohon serta memeliharanya. Karena pohon berfungsi mereduksi polusi udara.

Selain itu, DLH juga mengimbau warga untuk selalu memelihara kendaraan bermotor, diantaranya melalui tune up rutin dan melakukan uji emisi kendaraan.

“Serta tidak membakar sampah rumah tangga di halaman rumah karena asap dan baunya mencemari udara dan mengganggu lingkungan sekitar,” ucap Mairizon.

Diketahui, sejak beberapa hari ini intensitas hujan di Padang cukup ren­dah. Udara di kota tersebut panas “berdengkang”. NA­SA mencatat, terdapat 141 titik api di Sumbar sepanjang Juli – Agustus kemarin. (cr2)