BERITA UTAMA

Dongkrak Elektabilitas, Demokrat Desak Deklarasi Cawapres Anies

×

Dongkrak Elektabilitas, Demokrat Desak Deklarasi Cawapres Anies

Sebarkan artikel ini
LUSTRASI— Anies Baswedan bersama kandidat Cawapres 2024 yang belum dideklarasikan.

JAKARTA, METRO–DPP Partai Demokrat menilai tidak ada alasan yang rasional lagi selain mendek­larasikan bakal cawapres untuk mendampingi bakal capres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan. Pasalnya, pencoblosan capres-cawapres hanya tersisa kurang lebih 6 bulan.

Hal itu disampaikan De­puti Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Laku­mani dalam keterangan resminya, Senin (7/8).

“Waktu yang tersedia hanya tinggal 6 bulan lagi, tak ada alasan yang rasio­nal atau argumen yang me­madai untuk menunda-nun­da deklarasi paket kom­plit Capres dan Cawapres Koa­lisi Perubahan untuk Per­satuan (KPP),” kata Kamhar.

Dia mengatakan elek­ta­bilitas Anies Baswedan dengan kompetitornya atau rival politik KPP ter­lampau jauh. Maka seha­rusnya bakal cawapres bisa dideklarasikan dengan segera untuk mendong­krak elektoral bakal capres-cawapres KPP. Terlebih, rival politik KPP mempunyai privilege berupa sokongan dari incumbent Joko Widodo (Jokowi).

“Justru sebaliknya, kita berada pada posisi yang mesti bekerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas dan pada po­sisi yang vis a vis dengan penguasa yang memiliki besutan kandidat sendiri,” jelasnya.

Atas dasar itu, Kamhar menyebut mesti ada tero­bosan-terobosan politik yang harus dikerjakan un­tuk bisa mengejar keter­tinggalan dan membalik keadaan. Salah satu dan yang paling menentukan adalah menyegerakan dek­larasi paket komplit agar seluruh sumber daya pe­menangan yang dimiliki baik dari partai, relawan dan simpatisan bisa segera terkonsolidir dan bekerja secara optimal dalam men­jalankan kerja-kerja politik pemenangan.

Baca Juga  Disebut Tidak Larang Seks Bebas, Permendikbudristek 30/2021 Dikecam

“Jadi, jika ingin memperoleh kemenangan, tak ada alasan untuk me­nunda-nunda deklarasi pa­ket komplit,” tegasnya.

Sebab, sambung dia, Anies selaku bakal Capres KPP telah ditetapkan seba­gai penerima mandat un­tuk memilih dan menen­tukan cawapresnya sesuai dengan 5 kriteria yang telah disepakati. Termasuk, ada penambahan kriteria 0 dari Anies sendiri yang telah diterima Parpol yang tergabung di koalisi untuk segera mendeklarasikan Cawapres pilihannya.

“Ini menjadi kredit poin kepemimpinan, publik akan memonitor,” pungkasnya.

Nasdem Ingin

Last Minute

Ketum Nasdem Surya Paloh memberi sinyal bah­wa pengumuman cawa­pres Anies akan dilakukan di saat-saat akhir menje­lang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Penentuan di akhir ter­sebut, kata dia, bukan be­rarti Koalisi Perubahan tidak solid.

Baca Juga  Rumah Kontrakan Pemulung Ludes Terbakar

“Ibarat pertandingan sepak bola internasional seperti Piala Dunia yang kawan-kawan ikuti, dua menit terakhir, bisa be­rubah semuanya.

Nasdem juga belajar itu, jadi pengumuman ca­wapres Anies di akhir bu­kan karena koalisi tidak so­lid,” kata Surya Paloh saat ke Padang, Minggu (6/8).

Paloh mengakui, ada banyak desakan dari internal koalisi maupun eks­ternal untuk agar nama bakal cawapres Anies se­gera diumumkan.

“Kalau ada pihak yang tidak mau sabar, kita ka­takan sabar,” katanya.

Ia juga menyebutkan pepatah kuno dari Inggris yang menyebutkan, dari gelas ke bibir masih ba­nyak yang akan terjadi.

Nasdem, kata dia, tidak terlalu memberikan teka­nan kepada Anies menge­nai sosok dan waktu pe­ngumuman cawapres.

Karena, lanjut Paloh, Nasdem sudah menjadi partai politik pertama yang mengumumkan nama ba­kal capres untuk Pil­pres 2024 ini.

Sekarang, giliran partai lain yang lebih dulu me­ngu­mumkan sosok ca­wa­pres.

“Nasdem sudah jadi yang pertama mengu­mum­­kan capres. Kita beri ke­sempatan kepada partai-partai lain men­dekla­rasi­kan cawapres,” katanya. (jpg)