PADANG, METRO–Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). P5 adalah upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
“Untuk tahun ini di SDN 04 dan SDN 08 Piasng, Kelurahan Pauh melibatkan peserta ratusan orang murid terdiri dari Kelas 1 dan Kelas II, III dan Kelas IV dan menggusung tema kearifan loka yakni Mantra Manggilo,” ujar Kepala Seklah SDN 04, Pauh Fatniwati Spd didampingi Wali Kelas, Kelas I 08 Mailastri Suarna Spd dan Wali Kelas Kelas II Elva Safitri, Spd kepada POSMETRO saat pembukan kegiatan Sabtu (26/5).
Dikatakan Fatniwati, maksud tema yang kita usung Mantra Manggilo adalah makanan tradisional manggil salero. Makanan tradisional yang tediri dari makanan khas Minangkabau berupa onde onde, lapek, lopis dan berbagai bentuk lainnya. Dan untuk diketahui makanan ini dibuat langsung oleh wali murid.
“Nah, makanan ini dijual langsung oleh murid murid sesuai dengan stand masing masing. Saat menjual, mereka memakai pakaian anak daro yang membuat kegiatan tulen bernuansa Minangkabau, sehingga nanti kita harapkan mereka mengenal makanan tradisional kita,” sebut Fatniwati.
Lebihjauh disebutkan Fatniwati, P5 menjadi istimewa karena penerapannya tidak terintegrasi dalam pembelajaran setiap mata pelajaran melainkan mempunyai porsi khusus dalam setiap alokasi jam mata pelajaran yang membuat peserta didik memiliki kesempatan untuk dapat mengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka dengan belajar dari teman mereka, guru, bahkan sampai pada tokoh masyarakat sekitar dalam menganalisis isu-isu hangat yang terjadi di lingkungan sekitar. Dan mereka ini tioap tahun akan menerima rapor,” tandasnya. (ped)






