AGAM/BUKITTINGGI

Nagari Sungai Batang jadi Locus Pengembangan Pariwisata Halal

×

Nagari Sungai Batang jadi Locus Pengembangan Pariwisata Halal

Sebarkan artikel ini
TANDATANGAN— Bupati Agam Andri Warman, menandatangani resolusi penguatan pengembangan pariwisata ramah muslim Indonesia disela kegiatan Internasional Muslim Friendly Tourism Conference, Jumat (7/10) yang lalu di Jakarta.

AGAM, METRO–Bupati Agam, Dr H Andri Warman, MM menghadiri Internasional Muslim Friendly Tourism Conference atau Konferensi Pariwisata Ramah Muslim (PRM) pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke 9 Tahun 2022 di Ballroom 1-2 Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (7/10).

Pada kesempatan tersebut Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam ditetapkan sebagai salah satu locus pengembangan PRM.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan sejumlah stakeholder terkait yang turut berupaya mengembangkan dan mengoptimalkan potensi ekonomi di sektor pariwisata khususnya PRM.

Baca Juga  Buka Rakor TKPK -FDI 2026, M. Iqbal: Data Akurat Pondasi Utama

PRM atau yang acap disebut pariwisata halal berarti sebuah destinasi harus memiliki fasilitas dan akses bagi turis beragama Islam untuk tetap dapat menjalankan ibadah saat melancong.

Bupati Agam memberikan apresiasi dengan terpilihnya Nagari Sungai Batang, sebagai locus pe­ngembangan PRM.

“Alhamdulillah, Provinsi Sumatera Barat terpilih menjadi lokasi pengembangan pariwisata halal. Yang lebih membahagiakan lagi, dua nagari di Sum­bar menjadi lokus pengembangan pariwisata halal ini, yaitu Nagari Sungai Batang di Kabupaten Agam dan Nagari Sumpu di Kabupaten Tanah Datar,” Ujar Bupati.

Baca Juga  Akses Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu, Pemkab Agam Siapkan 12 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat

Ditambahkannya, Kabupaten Agam merupakan daerah yang kompleks untuk pengembangan pariwisata. Selain potensi alam, Kabupaten Agam juga memiliki kultur lokal dan nilai keislaman yang telah mengakar sejak da­hulu. Sehingga, kabupaten Agam sangat layak untuk pengembangan pariwisata halal.

Pada konferensi itu, Bupati Agam juga menandatangani resolusi penguatan pengembangan pariwisata ramah muslim Indonesia. (pry)