METRO SUMBAR

Dokter Dian Berikan Edukasi Penyakit Jantung dan Pencegahannya

×

Dokter Dian Berikan Edukasi Penyakit Jantung dan Pencegahannya

Sebarkan artikel ini
EDUKASI—Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang dr. Dian Puspita Fadly, Sp.JP saat berikan edukasi tentang penyakit jantung.

PDG.PANJANG, METRO–Edukasi gratis diberikan dr. Dian Puspita Fadly, Sp.JP kepada masyarakat pada seminar kesehatan dengan tema Mengenal Penyakit Jantung dan Cara Mencegahnya, Kamis (29/9) di Aula Puskesmas Kebun Sikolos. “Allah menciptakan kita, memberikan kita adanya jantung de­ngan fungsi memompa da­rah untuk membawa oksigen dan makanan. Dengan adanya darah kita bisa hidup. Alhamdulillah berdenyut 60 sampai 100 kali per menit. Itu normalnya. Sekali jantung berdenyut, memompa 70 cc darah. Satu menit memompa 5 liter darah. Darah 70 cc itu mengitari 100.000 km pembuluh darah,” jelasnya.

Kalau dibaratkan se­perti jalan, lanjut ketua TP-PKK Kota Padang Panjang itu, pembuluh darah ada 700.000 km. “Begitu hebatnya Allah menganugerahi kita jantung dalam tubuh. Berdenyut setiap hari kira-kira 100.000 kali. Jadi dari sini kita harus menyadari itulah salah satu kekayaan yang diberikan Allah kepada kita,” ujarnya seraya mengajak menjaga jantung yang dianugerahi Allah SWT.

Baca Juga  DPD RI Perjuangkan Wacana Bandara di Luak Limapuluah

Kendati begitu, penye­bab kematian tertinggi ia­lah jantung dengan angka 15 juta. Dalam paparannya, Dian mengatakan, ada beberapa penyakit jantung seperti gangguan irama, gagal jantung dan sera­ngan jantung.  “Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang di­sebabkan penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang mem­fasilitasi darah ke jantung. Si jantung memompa darah, tetapi memberikan darah utamanya ke jantung. Jalannya itu nama­nya pembuluh darah koroner,” jelasnya.

Adapun penyakit jantung koroner, disebabkan lantaran penumpukan lemak di dinding pembuluh darah tersebut. Akibatnya terjadi penyempitan. Aliran darah berkurang se­hingga terjadi serangan jantung.  “Allah memberikan sinyal pada tubuh de­ngan adanya nyeri dada. Itu adalah alarm kita bahwa darah kurang,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, stroke dan jantung memiliki hubu­ngan yang erat. Kalau pembuluh darah di kepala me­ngalami penyempitan, oksigen kurang ke kepala, terjadi stroke. Kalau pembuluh darah itu menyempit, terjadi sakit jantung.

Baca Juga  Promo Spesial Juni Istimewa, Beli Honda BeAT di Menara Agung Diskon Rp 222 Ribu

Sementara itu, guna pencegahan penyakit jantung, Dian mengajak me­ngonsumsi makanan sehat. Di antaranya, kacang-kacangan, biji-bijian, pro­duk susu rendah lemak, ikan. Lalu, sayur-sayuran terutama yang tinggi nitrat. Se­terusnya, gandum, sereal kaya serat, buah-buahan mengandung Magnesium, Calsium, dan Kalium, serta makanan mengan­dung a­sam lemak tak je­nuh, contohnya pada minyak zaitun.

“Telur untuk pasien jantung, kuningnya maksimal satu kali seminggu. Kalau jantungnya normal, dua kali seminggu. Putihnya saja yang dimakan karena kuningnya kolesterol tinggi. Makan udang dibatasi. Daging ayam untuk pasien jantung dua kali seminggu. Jangan stres, jangan me­rokok, terus olahraga,” tuturnya. Turut hadir, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Fai­zah, Kepala UPTD Puskesmas Kebun Sikolos, Rita Sukrina, S.Tr.Keb dan pejabat terkait lainnya. (rmd)