METRO PADANG

Andre Rosiade Pertanyakan Nasib PT Rekind ke Dirut Pupuk Indonesia

×

Andre Rosiade Pertanyakan Nasib PT Rekind ke Dirut Pupuk Indonesia

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade Anggota Komisi VI DPR RI

PADANG, METRO–Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade kembali me­nying­gung rencana akuisisi PT Rekayasa Industri (Re­kind) dari PT Pupuk Indonesia (Persero) oleh PT Per­tamina (Persero) yang hing­ga saat ini belum terealisasi.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Bakir Pa­sa­man, di Jakarta, Senin (19/9), Andre Rosiade mem­pertanyakan strategi peru­sahaan pelat merah ter­sebut dalam menyelesaikan sengkarut nasib PT Rekind.

“Pertanyaan dan PR kita yang belum terjawab dan belum terselesaikan adalah persoalan Rekind. Apa solusi dari Pupuk Indonesia untuk menyelesaikan sengkarut Rekind,” kata Andre yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Dalam kesempatan itu, Andre meminta Dirut Pupuk Indonesia bersama-sama Komisi VI DPR RI mencari solusi untuk menyelamatkan satu-satunya perusahaan BUMN yang bergerak di bidang episi tersebut.

“Kita menginginkan Pak Bakir sebagai Dirut Pupuk Indonesia dan kami juga anggota komisi VI periode 2019-2024 bisa meninggalkan legacy untuk rakyat Indonesia bahwa persoalan Rekind itu selesai. Kami menunggu jawaban resmi dari Bapak, apa langkah-langkah yang akan diambil Pak Bakir untuk Rekind ini bisa kita selsaikan,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu Pemulung di Parak Gadang, Rumah tanpa Listrik, Ijazah SMA Anak Ditahan Sekolah

Menjawab pertanyaan Andre, Dirut PT Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menegaskan pihaknya memiliki semangat yang sama dengan Komisi VI DPR RI dalam menyelamatkan PT Rekind. Untuk itu, sejumlah langkah tengah ditempuh. Diantaranya melakukan restrukturisasi sumber daya manusia (SDM), finansial hingga bisnis PT Rekind.

Untuk menyelamatkan SDM, Bakir mengatakan pihaknya telah menyiapkan tempat untuk menampung mereka. “SDM Rekind yang terbaik kami alokasikan misalnya ke industri copper, bukan artinya mereka dibuang, tapi kami simpan untuk siap dipanggil kembali pada waktunya nanti,” kata Bakir.

Baca Juga  Berlangsung Hingga 29 Maret, Kantor Pos se-Kota Padang Gelar Pasar Murah

Namun demikian, lanjut Bakir, restrukturisasi PT Rekind kini masih terganjal hutang perseroan yang mencapai Rp5,6 triliun dimana hal itu tidak bisa ditanggung sendiri oleh PT Pupuk Indonesia selaku pemegang saham mayoritas PT Rekind. Bakir meminta hutang perseroan tersebut bisa ditanggung bersama dengan PT Pertamina selaku pihak yang akan mengakuisisi PT Rekind.

“Bahwa hutang, negative equity sebesar 5,6 triliun itu bukan hal yang mudah. Karena kalau kita top up agar menjadi positif lagi itu butuh 400 juta dolar. Itu setara atau sama dengan membangun satu pabrik pupuk besar. Kami inginnya ini sharing, gak mungkin kami melakukan ini sendiri. Jadi kalau misalnya ada, tanggung renteng proyek-proyek yang dikerjakan dan penaltinya kita belum terukur itu juga harus diselesaikan dengan tanggung renteng,” kata Bakir. (*)