METRO PADANG

Selama Covid-19, Banyak Anak tak Dimunisasi, Ny Genny Hendri Septa Ajak Orang Tua dan Guru Sukseskan BIAN

×

Selama Covid-19, Banyak Anak tak Dimunisasi, Ny Genny Hendri Septa Ajak Orang Tua dan Guru Sukseskan BIAN

Sebarkan artikel ini
hendri septa.

A.YANI, METRO–Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Ketua TP-PKK Kota Padang Ny Genny Hendri Septa mengajak seluruh orang tua agar membawa anaknya ke posyandu. Tujuannya tak lain untuk imunisasi anak.

“Saya mengajak seluruh orang tua untuk membawa anaknya ke Posyan­du, mela­kukan imunisasi terhadap anaknya,” ungkap Ketua TP-PKK Padang, Minggu (10/9).

Dikatakannya, angka capaian imunisasi di tiap daerah terbilang rendah. Hal ini dikarenakan banyak orang tua yang tidak membawa anaknya ke Posyandu. Apalagi pada saat pandemi Covid-19 lalu, orang tua enggan membawa anaknya ke Posyandu.

“Akibatnya, banyak anak yang tidak mendapat imunisasi campak, rubella dan imunisasi lainnya,” katanya.

Tidak saja kepada orang tua, Ny Genny Hendri Septa juga mengajak para guru di sekolah untuk ikut berperan serta agar BIAN dapat sukses dilaksanakan. Dirinya berharap terbangun sinergi antara orang tua, guru, serta tenaga kesehatan.

Baca Juga  Kepsek Usir Siswa Panti karena Nunggak Baju Seragam, Fadly Amran Turun Tangan, Dio dan Afil Tak Boleh Putus Sekolah!

“Mudah-mudahan capaian imunisasi kita terus meningkat, anak-anak juga terbangun imun tubuhnya,” harap Ny Genny Hen­dri Septa.

Seperti diketahui, terdapat tujuh risiko yang dialami anak, keluarga, dan lingkungannya apabila kebutuhan imunisasi tidak terpenuhi tepat waktu. Seperti anak lebih rentan mengalami sakit berat. Anak yang tidak menerima imunisasi lengkap dan tepat waktu akan lebih rentan mengalami berbagai penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi, seperti hepatitis, TBC, batuk rejan, dan difteri.

Selain itu, anak yang tidak diimunisasi juga lebih­ rentan terhadap ma­salah kesehatan lain. Seperti ketika anak terkena campak, sering mengalami komplikasi seperti diare, pneumonia, kebutaan, dan malnutrisi.

Kemudian jika imunisasi tidak lengkap, berkemungkinan anggota keluarga lain turut sakit berat menjadi lebih tinggi. Anak yang sedang sakit dan tidak menerima imunisasi lebih berisiko menulari orang lain di sekitarnya.  Begitu pula sebaliknya; anak yang tidak diimunisasi lebih be­risiko tertular penyakit.

Baca Juga  Usung Tema Geosite Gua Kelelawar Padayo, PT Semen Padang Meriahkan Merah Putih Lights Carnival

Selain itu, anak yang tidak Imunisasi lengkap mungkin ikut menyebabkan wabah penyakit di ling­kungan. Kemudian sakit dan komplikasi penyakit menimbulkan biaya tinggi untuk pengobatan dan perawatan.

Terjadi penurunan kualitas hidup, penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi memiliki risiko komplikasi yang meng­akibatkan disabilitas tetap. Contohnya, campak yang dapat menyebabkan kebutaan. Ada pula kelumpuhan sebagai gejala terberat yang dikaitkan dengan polio karena dapat menimbulkan disabilitas permanen dan kematian.

Selain itu, anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap akan berisiko pe­nurunan harapan hidup. Vaksinasi yang tidak leng­kap menyumbang kepada penurunan angka harapan hidup. Sebaliknya, imunisasi lengkap hingga anak berusia lima tahun dapat meningkatkan angka harapan hidup.

Bahkan, beberapa ne­gara mensyaratkan imunisasi lengkap bagi warga asing yang hendak berkunjung. Jika tidak diimunisasi, anak dapat kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan di negara-negara ini. (rel)