METRO SUMBAR

Gubenur Sumbar Hadiri Halalbihalal di Bandung, ”Saatnya Perantau Minang dari Berbagai Organisasi Bersatu”

×

Gubenur Sumbar Hadiri Halalbihalal di Bandung, ”Saatnya Perantau Minang dari Berbagai Organisasi Bersatu”

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN CENDERA MATA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Tokoh Masyarakat Minang Bersatu, Asril Das, saat kegiatan Halalbihalal Masyarakat Minang Bersatu di Bandung, Minggu (29/5).

PADANG, METRO–Perantau Minangkabau yang tergabung dalam berbagai organisasi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan beberapa kota lainnya di Indonesia mendirikan wadah organisasi yang menyatukan Perantau Minangkabau se-Indonesia. Nama wadah tersebut adalah Ma­sya­rakat Minang Bersatu. Asril Das, Tokoh Perantau Minang di Jabar yang mempelopori hadirnya wadah ini mengatakan, awal ide lahirnya Masyarakat Minang Bersatu ini, berdasarkan masukan dan ide dari Ketua-ketua Organisasi Perantau Minang di Ban­dung yang disampaikan kepada dirinya.

“Di Bandung Jabar ini, ada lima dan enam orga­nisasi Perantau Minang. Para ketua organisasi ini ketemu bersama saya, meminta untuk menggelar ada acara Halal Bi  Halal. Tapi acaranya kita bersatu bersama,” ungkap Ketua Gebu Minang Jabar ini, saat kegiatan Halal Bi Halal Masyarakat Minang Bersatu di Hotel Asrilia, Ban­dung, Minggu (29/5).

“Sedih melihat masya­rakat Minang di perantauan terpecah-pecah. Ada Gebu Minang, ada IKM dan lainnya. Kami sudah  berusaha membuat bersatu. Karena saya juga ada niat untuk bersatu, agar jangan terpecah-pecah dalam organisasi,” tambahnya.

Untuk mewujudkan u­sulan membuat suatu wa­dah tersebut, maka diawali dengan kegiatan berbuka puasa bersama saat ramadan beberapa waktu lalu.  “Di sinilah (saat berbuka puasa) ide wadah untuk bersatu ini menguat. Untuk sementara diberi nama Masyarakat Minang Bersatu. Kita bikin Group WhatsApp (WA) untuk men­jajaki siapa saja yang ingin bersatu,” ungkap Ow­ner Hotel Grand Asrilia di Bandung ini.

Baca Juga  Mobil Hasil Curian Diserahkan ke Pemiliknya

Hasil penjajakan, terangnya, ternyata cukup banyak yang ingin bergabung. “Awalnya dari Ban­dung Jabar saja yang ingin bergabung, tapi ter­nyata banyak. Tidak hanya Bandung. Tapi dari Jakarta berteriak, Semarang berteriak kenapa tidak diajak. Denpasar, Samarinda. ju­ga,” katanya.

Group WA Masyarakat Minang Bersatu lalu dibuat dalam beberapa group. Hal ini dikarenakan kapasitas Group WA sedikit, hanya ratusan. Sementara sudah ada 2.500 Perantau Minang dari berbagai daerah yang telah mengisi data untuk bergabung melalui beberapa Group WA. “Saya berharap, dengan wadah ini diharapkan beberapa Organisasi Minang bisa bergabung jadi satu. Ini bukan tandingan dari organsiasi Perantau Minang. Tidak. Ini memunculkannya bersama-sama karena ada rasa tanggungjawab untuk bersatu demi kampung halaman,” ucapnya. “Kami setiap saat akan mendukung pembangunan Sumbar. Apalagi saya dai Solok, saya cinta kampung halaman saya. Aapapun bentuknya. Semuanya bisa lebih baik kalau kita bersatu,” harapnya.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah yang ikut hadir dalam kegiatan Halal Bi Hala Masyarakat Minang Bersatu pagi itu me­ngatakan, dirinya menyambut baik hadirnya wa­dah ini di Bandung Provinsi Jabar dan juga dari beberapa daerah di Indonesia. “Kami rombongan dari Sum­bar bersyukur bisa bergabung  dalam acara Halal Bi Halal dengan Perantau Minangkabau yang tergabung dalam Ma­sya­rakat Minang Bersatu di Kota Bandung,” ucapnya.

Baca Juga  Gerak Cepat Tim SAR Brimob Polda Sumbar Pascabencana, Prioritaskan Pumulihan Fasilitas Pendidikan dan Umum di Tiga Daerah

Dengan adanya kegiatan Halal Bi Halal dan wa­dah organisasi ini menurut Mahyeldi, dapat memba­ngun jembatan silaturahim. “Mudah- mudahan dengan acara Halal Bi Halal Ma­syarakat Minang Brsatu di Kota Bandung ini menginspirasi kita semua. Agar organisasi Perantau Minang yang ada di seluruh provinsi di Indonesia tam­pil dalam satu organisasi besar yang menyatu,” ha­rapnya.

“Sehingga jadi kekuatan dan potensi. Bersatu dan kompak akan menjadi luar biasa bagi Sumbar dalam upaya percepatan pembangunan Sumbar ke depan dan berkontribusi besar untuk pembangunan bagi pemerintah daerah di daerah tempat merantau. Semua demi NKRI,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengungkapkan sejarah Ma­syarakat Minang yang men­jadi orang penting dan penentu, ketika bangsa dan negara ini berjuang untuk merdeka dan menyelesaikan masalah yang dihada­pinya.

Di mana masyarakat Minang selalu tampil ke depan. Seperti perjuangan Bung Hatta yang ikut ber­kontribusi dalam perjuangan kemerdekaan RI. “Termasuk juga sejarah PDRI, yang membuktikan bangsa dan negara ini ada, saat Belanda menyatakan Indonesia sudah tamat dengan ditahannya Bung Hatta dan jatuhnya Yogjakarta di ta­ngan Belanda,” ungkapnya.

Tokoh Minang juga dikenal sebagai tokoh peme­r­satu dalam sejarah. “Oleh karena itu saya berharap seluruh Masyarakat Minang agar kompak dan bersatu, sebagai unsur pemersatu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Serta terdepan dalam memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara,” harapnya.(fan)