METRO SUMBAR

Pertama di Sumbar, DSPPKBPPPA Gelar Rakerda Bangga Kencana

×

Pertama di Sumbar, DSPPKBPPPA Gelar Rakerda Bangga Kencana

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat, Fatmawati, S.T, M.Eng saat berikan sambutan.

PDG.PANJANG, METRO–Kepala Perwakilan Ba­dan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat, Fatmawati, S.T, M.Eng memberikan apresiasi kepada Kota Padang Panjang, sebagai kabupaten/kota pertama yang melakukan Rakerda Program Bangga Kencana dan Percepatan Penuru­nan Stunting di Sumbar.

Hal tersebut dikatakannya saat pembukaan Ra­kerda yang digelar Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPKBPPPA) di Au­la Bappeda, Kamis (19/5).

“Kami mengapresiasi untuk Kota Padang Panjang, karena yang pertama di Sumbar melaksanakan rakerda terkait Program Bangga Kencana ini. Dan juga, berterima kasih kepada semua pihak yang su­dah mendukung kegiatan hari ini. Karena angka stun­ting di Kota Padang Panjang terbilang tinggi, maka hal tersebut harus kita u­payakan untuk diturunkan,” tuturnya.

Wakil Wali Kota, Drs. Asrul saat membuka langsung kegiatan ini mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan salah satu ben­tuk komitmen Pemko dalam upaya percepatan penurunan angka stunting dengan melibatkan ber­bagai sektor di Kota Pa­dang Panjang.

Baca Juga  Ketua Partai Tidak Harus Menjadi Calon Bupati

“Melalui rakerda ini kita berharap meningkatnya sinergi, keterpaduan, komitmen dan dukungan seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan dalam menerapkan ber­bagai kebijakan dan strategi percepatan penurunan stunting di Kota Padang Panjang,” ujarnya.

Saat ini Kota Padang Panjang angka prevalensi stunting berdasarkan SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) berada pada angka 20%. Sedangkan di Indonesia, angka stunting berada pada angka 24%. Walaupun capaian sudah baik diban­dingkan nasional, namun juga harus mengejar target yang disampaikan Pre­siden Jokowi menjadi 14% pada tahun 2024.

“Penanganan stunting ini tidak hanya menjadi tang­gung jawab satu pihak. Karena stunting berkaitan erat dengan banyak faktor seperti pengetahuan ibu tentang gizi, ketersediaan pangan, ekonomi, ketersediaan sanitasi air bersih di rumah dan lain-lain,” sebutnya.

Baca Juga  Pasca Erupsi Gunung Merapi, PLN Sumbar Pastikan Aliran Listrik Aman

Wawako Asrul juga berharap, melalui kegiatan ini, dapat terwujudnya sinkronisasi arah kebijakan serta peningkatan sinergitas lintas sektor. “Tujuan utama kita dalam menyejahterakan rakyat dan meningkatkan kualitas hidup ma­syarakat dapat terwujud,” tutupnya.

Rakorda dilanjutkan de­ngan pemaparan narasumber oleh Kepala Bappeda, Rusdianto, S.IP, M.M, Kepala DSPPKBPPPA, Drs. Osman Bin Nur, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Faizah dan perwakilan Kementerian Agama Kota Padang Panjang. Ikut ha­dir Ketua TP-PKK Kota, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP, kepala OPD terkait, Kemenag, camat dan lurah se-Kota Padang Panjang, serta undangan lainnya. (rmd)