BERITA UTAMA

Ramadan Bulan Alquran

×

Ramadan Bulan Alquran

Sebarkan artikel ini
Irwan Prayitno (Rektor Universitas Adzkia).

Alhamdulillah, kita telah sampai kembali di bulan Ramadan. Semoga kita bisa memanfaatkan bulan Ramadan kali ini sebaik-baiknya. Suasana Ramadan adalah salah satu suasana terbaik yang bisa kita nikmati seba­gai umat Islam. Se­hing­ga amalan dan ibadah yang kita lakukan terasa lebih nikmat dan memunculkan kebahagiaan.

Bulan Ramadan adalah waktu diturunkannya Alquran. Wahyu yang pertama turun kepada Nabi Muhammad Saw adalah “Iqra” atau perintah untuk membaca. Artinya juga tidak sebatas membaca, tetapi juga ada yang artinya mendalami. Jika dikaitkan dengan konteks zaman sekarang, mendalami Alquran merupakan kebutuhan. Karena jika hanya sekadar membaca Alquran yang berbahasa Arab saja kita belum tahu apa pesan yang ada di dalam Alquran. Apa arti atau isi yang ada di dalam Alquran.

Membaca Alquran ada­lah bagian dari zikir (ingat) kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman dalam Alquran surat Ar-Rad ayat 27 yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengi­ngat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Ketenteraman hati ada­lah suatu karunia yang membuat manusia mera­sakan hidup yang nyaman, meskipun ia bukan seorang yang kaya, dan boleh jadi hidup sederhana. Di za­man sekarang betapa ba­nyak orang yang memiliki uang tetapi susah men­dapatkan ketenteraman hati, sehingga akhirnya mencoba berbagai jalan yang terlarang untuk men­dapatkan ketenteraman hati. Maka, dengan ingat kepada Allah Swt melalui kegiatan membaca Alqu­ran adalah salah satu cara­nya. Dan membaca Alqu­ran di bulan Ramadan tidak hanya mendatangkan ke­tenteraman hati, tetapi juga mendapatkan pahala yang amat besar. Karena di bulan Ramadan, setiap amal ibadah langsung diba­las Allah Swt dengan pa­hala berlipat ganda diban­ding bulan lain.

Baca Juga  Bawa Rombongan Wisata, Odong-odong Terjun ke Jurang di Jalur Tapan–Kerinci, 3 Tewas, 17 Luka-luka

Allah Swt berfirman da­lam Alquran surat Al-Isra ayat 82 yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Alquran (sesuatu) yang menjadi pe­na­war dan rah­mat bagi orang yang beri­man”. Jika melihat bahasa Arab yang ada di ayat tersebut, pe­nawar ada­lah “Syifa” yang artinya obat. Alquran juga bisa menjadi penawar atau obat bagi yang memba­canya. Baik obat jas­mani dan rohani, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Qay­yim Al-Jau­ziyah.

Dengan demikian, mem­baca Alquran se­sung­guhnya adalah suatu kebu­tuhan bagi seorang mus­lim. Selain sebagai cara untuk ingat (zikir) kepada Allah, juga untuk menen­teramkan hati, menjadi obat atau penawar bagi jiwa dan raga. Di samping itu, membaca Alquran juga untuk menjadi penolong kita di hari kiamat.

Rasulullah Saw be­rsab­da yang artinya, “Bacalah Alquran karena sesung­guh­nya pada hari kiamat ia akan hadir memberi perto­lo­ngan kepada orang-orang yang membacanya” (HR Baihaqi).

Di bulan Ramadan, Na­bi Muhammad Saw mem­baca Alquran bersama malaikat Jibril. Hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra menye­butkan yang arti­nya, “Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ra­ma­dan, dan dia (Jibril) memb­aca Alquran bersa­manya” (HR Bukhari)

Oleh karena itu, mem­baca Alquran di bulan Ra­madan merupakan sebuah karunia yang luar biasa, seperti halnya Nabi Mu­ham­mad Saw yang tiap Ra­­madan membaca Alquran Bersama malaikat Jibril.

Allah Swt berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 185 yang artinya, “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al­quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan pen­jelasan-penjelasan menge­nai petunjuk itu dan pem­beda (antara yang benar dan yang batil)”.

Mengamati ayat di atas, ternyata kita tidak cukup membaca ayat-ayat yang ada dalam Alquran saja, tetapi akan lebih baik jika membaca terjemahan­nya agar kita tahu isinya karena terdapat petunjuk bagi manusia dan penjela­sannya. Sebagai orang Indonesia, keba­nyakan kita tidak bisa atau tidak me­ngerti bahasa Arab. Maka jika kita mem­baca ayat-ayat Alquran, agar lebih baik maka diikuti dengan membaca terje­mahannya.

Baca Juga  Pasca Musibah Air Bah Tewaskan 3 Mahasiswi UNP, Zamzami: Lubuk Hitam Belum Penuhi Standar Objek Wisata

Dengan membaca ter­jemahannya kita bisa tahu tentang sejarah umat ma­nusia yang dikisahkan da­lam Alquran. Kita juga bisa tahu apa saja perintah dan larangan Allah Swt yang harus kita patuhi agar hidup kita terarah dan berada di jalan yang benar.

Banyak perintah dan larangan yang sangat baik untuk diri kita. Misalnya larangan bersikap tidak adil karena membenci sua­tu kaum. Perintah untuk me­ngenal manusia yang sa­ngat beragam terdiri dari berbagai bangsa, suku. Larangan bagi kaum pe­rempuan mencela perem­puan yang lain, perintah mengambil pelajaran dari kisah raja-raja di zaman dahulu yang melampaui batas, perintah untuk me­nyembah Allah Swt dan jangan menyembah tuhan yang lain karena Allah Swt sudah tunjukkan kebesa­ranNya, perintah menya­yangi orang tua dan jangan berkata buruk, pe­rintah untuk tidak percaya de­ngan berita yang belum divali­dasi, juga informasi tentang ilmu dan penge­tahuan.

Itu adalah sebagian dari isi Alquran yang bisa kita nikmati langsung isi­nya. Sebagian lagi me­mang perlu membaca pen­jelasannya melalui tafsir. Tidak semua terjemahan Alquran yang kita bisa langsung mengerti isinya. Tetapi masih ada terje­mahan Alquran yang kita bisa mengerti maksudnya.

Semoga amal ibadah kita, khususnya membaca Alqu­ran di bulan Ramadan tahun ini semakin baik dan ber­kualitas serta bisa di­mengerti isinya. Sehingga apa yang tercantum dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 183 agar kita menjadi orang yang bertakwa bisa dicapai. (*)