METRO SUMBAR

Pencegahan Stunting Dimulai dari Remaja Putri

×

Pencegahan Stunting Dimulai dari Remaja Putri

Sebarkan artikel ini
dr. Faizah

PADANG PANJANG, METRO–Pencegahan agar anak yang lahir tidak mengalami stunting, dimulai saat beranjak jadi re­maja putri.

“Dimulai sejak dari remaja putri, dengan mengupayakan agar tidak anemia. Yaitu mem­berikan tablet tambah darah sekali seminggu dan bila sedang haid, 1 x 1 atau tiap hari selama haid,” kata Kepala Dinas Ke­sehatan (Dinkes), dr. Faizah, Jumat (11/3).

Dikatakannya, stunting me­ru­pakan keadaan yang dikenal sebagai anak yang pendek dibanding teman seusianya disertai dengan rendahnya tingkat kecerdasan.

Baca Juga  Hasil Verifikasi Administrasi Cakada Pessel DPD Partai Nasdem Pessel 2 TMS dan 15 MS

“Stunting terjadi karena ada gangguan pertumbuhan sejak dalam kandungan. Karena asu­pan gizi ibu hamil (bumil) yang kurang. Yang menyebabkan bumil anemia atau karena ada­nya infeksi yang berulang dan kronis pada anak,” terangnya.

Ibu hamil, lanjutnya, juga harus dipantau dengan baik. Bila ada tanda-tanda berisiko, bisa segera diintervensi dengan pemberian makanan tam­ba­han.

Ditambahkannya, pe­ngua­tan pemantauan pada 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) sangat penting. Yaitu 270 hari selama janin dalam kandungan, ditambah 730 hari atau sampai anak berumur dua tahun.

Baca Juga  Jambore PKK Kabupaten Solok 2019, Kecamatan Lembang Jaya Raih Juara Umum

“Karena masa pertum­bu­han dan perkembangan otak akan sangat pesat sampai anak umur dua tahun. Mari kita cegah stun­ting untuk generasi yang lebih berkualitas,” tuturnya. (rmd)