METRO PADANG

Kerja Sama Tidak Diakomodir PT Padang Raya Cakrawala, Pengusaha Truk di Teluk Bayur Ancam Demo

×

Kerja Sama Tidak Diakomodir PT Padang Raya Cakrawala, Pengusaha Truk di Teluk Bayur Ancam Demo

Sebarkan artikel ini

TELUK BAYUR, METRO–Pengusaha truk di Pela­buhan Teluk Bayur, Syafrizal bakal menggelar aksi demon­trasi terhadap PT Padang Raya Cakrawala (Apical Group). Aksi demontrasi digelar kare­na perusahaan tersebut dinilai Syafrizal,  tidak memperhati­kan kearifan lokal, dengan tidak mengakomodir kerja sama operasional angkutan dengan perusahaan yang di­pimpinnya.

Syafrizal yang menjabat sebagai Direktur PT Usaha Te­naga Mandiri mengung­kapkan, pihaknya sebagai salah satu perusahaan lokal di Teluk Bayur sudah memasukkan penawaran proposal kerja sama operasional bidang angkutan tanki CPO ke­pada PT Padang Raya Cak­rawala. Bahkan persya­ratan untuk kerjasama juga sudah dilengkapi.

Namun, penawaran ter­sebut tidak pernah dires­pon. Bahkan, menurutnya, pena­waran tersebut sudah lama dimasukkan, yakni sejak tahun 2021. Syafrizal juga mengaku sudah per­nah ber­temu langsung de­ngan pim­pinan PT Padang Raya Cak­rawala, untuk menanyakan secara lisan penawaran yang diajukan. Tapi tetap saja menurutnya tidak digubris.

“Sebagai pengusaha lokal di Teluk Bayur di ma­na letak keadilannya. Se­mentara, perusahaan lain di luar Sumbar seperti dari Medan, dan daerah lain­nya, truknya masuk kerja sama dengan PT Padang Raya Cakrawala. Saya juga punya truk, tapi kenapa tidak bisa kerjasama. Apa bedanya truk perusahaan saya dengan mereka,” ung­kap pria yang memiliki 40 unit truk ini, Sabtu (5/3).

Baca Juga  GM PLN Sumbar Motivasi Mahasiswa Baru UBH

Syafrizal yang juga Ke­tua Divisi Angkutan Barang Organda Provinsi Sumbar ini mengatakan, dirinya juga telah berusaha untuk meng­komunikasikan de­ngan pihak lainnya kepada PT Padang Raya Cakra­wala, agar pena­waran yang dimasukan ke perusahan tersebut dapat direspon. Namun, tetap saja tidak ada tanggapan.

Syafrizal menegaskan, aksi demonstrasi yang akan digelar nanti, sebagai ben­tuk protes dan kekecewaan dirinya sebagai pengusaha lokal asli Teluk Bayur terha­dap perusahaan yang men­jalankan aktivitas usahanya di pelabuhan tersebut.

“Saya relakan rumah orang tua saya dibongkar demi keberadaan perusa­haan ini. Tapi kenapa peru­sa­haan saya tidak dilibat­kan dalam kerjasama ang­kutan tanki CPO. Di mana letak keadilan ini. Bak kata pepatah, jangan salahkan bunda mengandung atas aksi nanti,” tegasnya.

Baca Juga  Andre Rosiade Minta Warga Sabar, Bukan Langka! Gangguan Distribusi Solar Dipicu Perbaikan Jembatan Bungus

Terpisah, GM PT Pa­dang Raya Cakrawala, Ju­lia­nus Tarigan saat dihu­bungi, Sabtu (5/3) menga­ku, pihaknya sudah bertemu dengan Syafrizal membica­rakan masalah tersebut.

Tarigan juga memban­tah tudingan PT Padang Raya Cakrawala tidak pe­duli dengan masyarakat se­kitar Teluk Bayur. Kepe­du­lian tersebut menurut­nya dibuk­tikan dengan me­libatkan 300 masyarakat setempat  be­kerja di peru­sahaan yang dipimpinnya tersebut. ”Ada 300 orang yang bekerja di peru­sa­haan ini yang tenaga ker­janya masyarakat se­tem­pat,” tegasnya.

Tarigan juga men­gung­kapkan, kepedulian lain PT Padang Raya Cakrawala dengan menyalurkan program bantuan CSR terha­dap masyarakat Kota Pa­dang dan Provinsi Sumbar. “Untuk program CSR kita menyalurkan bantuan mi­nyak goreng untuk masya­rakat Kota Padang dan Pro­vinsi Sumbar,” tegasnya.

Terkait kerja sama truk angkutan CPO, kata Tari­gan, pihaknya juga meli­batkan pengusaha truk lokal. “Truk-truk dari peru­sa­haan lokal juga ada yang masuk ke perusahaan. Na­mun, me­mang tidak se­mua­nya dia­komodir, baik itu truk usaha milik kelom­pok atau pri­badi,” terang­nya. (fan)