AGAM/BUKITTINGGI

Hindari Pengaruh Negatif, Kelurahan ATTS Maksimalkan Kegiatan Seni

×

Hindari Pengaruh Negatif, Kelurahan ATTS Maksimalkan Kegiatan Seni

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO–Perkumpulan pemuda dan pemudi di Kelurahan ATTS Kota Bukittinggi memaksimalkan kegiatan se­ni untuk menghindari pengaruh negatif perkembangan zaman saat ini dan penggunaan telpon genggam berlebihan. Pemuda dan pemudi di Kelurahan ATTS melakukan kegiatan kesenian Tambua Tansa yang dipusatkan di halaman Mesjid Jamik Agung.

“Kami prihatin dengan banyaknya remaja dan pemuda yang hanya meng­­habiskan waktu me­reka dalam penggunaan handphonenya, kami takut jiwa sosial mereka semakin hilang karena sibuk dalam dunianya di Medsos saja,” kata Dina Amrina, salah seorang tokoh masyarakat ATTS di Bukittinggi, Selasa (8/5).

Baca Juga  Capaian PAD Awal 2026 Lampaui Target, Pemkab Agam Optimistis Raih Rp219 Miliar

Menurutnya, kesenian tambua tansa menjadi salah satu kegiatan positif pemuda yang berdomisili di tengah kota wisata itu. “Dengan jadwal tiga kali seminggu, diharapkan pengaruh ketergantungan kepada telpon genggam bisa dihilangkan, me­re­ka juga menjadi saling kenal dalam dunia nyata serta dapat menyalurkan jiwa seni,” kata Dina.

Pihak kelurahan ATTS dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi yang berasal dari daerah setempat juga mendukung kegiatan yang dilakukan. “Seluruh peralatan kesenian ini didapat dari Dana Pokir Legislator kami yang du­duk di kursi dewan, nantinya kegiatan kesenian ini akan dikem­bangkan dengan ragam pertandingan antar kelurahan atau kecamatan,” kata Dina.

Baca Juga  131 ASN Pemko Bukittinggi Naik Pangkat

Grup kesenian yang diberi nama Grup Tambua ATTS Saiyo dengan Jaecky Datuak Basa sebagai pembinanya diproyeksikan mampu memberdayakan warga Kelurahan ATTS yang memiliki keteram­pilan di bidang kesenian. “Untuk latihannya, antusias pemuda dan pemudi sangat tinggi, bahkan juga diikuti kaum ibu, kami men­dapat dukungan karena tidak hanya untuk mem­bangkitkan batang tarandam, pelatihan seni tersebut juga menjadi ajang silaturahmi dan sekaligus menghidupkan kembali kegiatan remaja masjid,” kata Jaecky mengakhiri. (pry)