METRO PADANG

Penghujung Tahun, Wako Padang masih ”Jomblo”, Surya Jufri: Jangan Diperlambat lagi

×

Penghujung Tahun, Wako Padang masih ”Jomblo”, Surya Jufri: Jangan Diperlambat lagi

Sebarkan artikel ini
Surya Jufri, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padang.

SAWAHAN, METRO–Sudah di penghujung tahun, Wali Kota Padang Hendri Septa masih tetap “menjomblo” tanpa ada pasangannya, Wakil Wali Kota. Sejak dilantik pada 7 April 2021 sebagai Wako menggantikan Mahyeldi yang memenangkan Pilka­da Gubernur Sumbar, Hen­dri Septa resmi didapuk menjadi pemimpin kota bingkuang ini.

Meski dua partai pe­ngu­sung, yakni PKS dan PAN sudah ada mengusul­kan nama-nama calon Wa­wako yang akan mendam­pingi Hendri Septa, namun itu hanya sebatas usulan saja. Pemilihan kursi Wa­wako Nampak mandek.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Padang, Surya Jufri meminta kepada partai pengusung PAN dan PKS serius dalam menyikapi kekosongan kursi BA 2 A yang telah lama tak dihuni. Karena sudah delapan bu­lan Wako Hendri Septa be­kerja sendiri.

“Kita ingin kedua parpol mementingkan kepenti­ngan rakyat daripada ke­pentingan kelompok, dan partai,” ujar Surya Jufri, Kamis (9/12).

Ia menyampaikan, da­lam menyelesaikan masa­lah KotaPadang, Wako mes­ti bersinergi dengan Wakil Wali Kota, Sekda dan lain­nya. Saat ini, kursi Wa­wako kosong sedangkan sekda hanya dijabat Pj. Tentu ke­wenangan terba­tas dalam mengambil kebi­jakan.

“Kita berharap pe­ngi­sian kursi BA 2 A tidak lagi diperlambat atau tahan-tahan. Jika PKS telah ada nama calon disertai reko­mendasi DPP, layangkan langsung ke Wako,” tegas wakil rakyat III periode ini.

Ia menambahkan, Wa­ko selaku pimpinan partai diminta tidak bisu atau cuek merespon masalah ini. Wa­ko harus ikut mena­nyakan ke DPP kejelasan calon Wawako. Bila perlu jemput bola. Agar publik tidak me­nyoroti keterlam­batan pe­ngi­sian kursi dan pelayanan pada masya­rakat tidak lama tergang­gunya.

“Komunikasi berje­n­jang antara kader mesti dijalin, jangan menanti bo­la yang tak jelas dari DPP,” paparnya.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Sumbar Hadiri FGD, Guru Harus Jadi “Muaddib”, Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter

Ia menyampaikan, apa­bila nama calon wawako sudah sampai di DPRD Kota Padang barulah mekanis­me pemilihan dapat dilak­sanakan dan Panitia Se­leksi (Pansel) usai dibentuk bisa bekerja sebelum dila­kukan pemilihan.

Menurutnya, Kota Pa­dang masih banyak pro­gramnya yang harus dise­lesaikan dan tak mampu dikerjakan sendiri. Maka dari itu segerakan tetapkan Wawako.

Wako Hendri Septa be­berapa waktu lalu menga­ku, untuk kekosongan kursi Wawako diserahkan sepe­nuhnya kepada dua partai pengusung PAN dan PKS.

“Untuk nama Wawako saya serahkan sepe­nuh­nya kepada partai,” kata Hendri Septa  yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pa­dang ini.

Untuk Partai PAN, ketika ditanya kapan waktunya menyerahkan nama calon Wawako, Hendri men­ja­wab dengan tawa kelara­kar dan belum memberi kepastian.

“Tidak tahu lah saya. Di partai masih ada lagi di atas dalam hal ini pimpinan, itu urusan mamak-mamak kita di atas,” ujar Hendri Septa.

Sementara itu, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani mengatakan, Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DP­RD) Kota Padang men­dorong PKS dan PAN untuk segera menyodorkan na­ma calon Wakil Wali Kota Padang.

“Hal ini telah urgen. Untuk itu kami telah men­dorong kepada partai pe­ngusung untuk segera me­ngisi kekosongan Wakil Wali Kota Padang. Jangan sampai masyarakat me­nyalahkan  legeislatif da­lam hal ini DPRD Padang, akibat masih kosongnya posisi Wawako Kota Pa­dang,” kata Syafrial Kani.

Syafrial Kani yang juga Ketua DPC Gerindra Kota Padang ini menambahkan,  pengisian kursi Wakil Wali Kota Padang perlu dila­kukan karena merupakan persoalan yang sangat prinsip. Dia menuturkan banyak persoalan di Kota Padang yang harus juga segera diselesaikan.

“Banyak persoalan hari ini yang masih belum ter­se­lesaikan oleh Pemko Pa­dang, seperti fasilitas pen­didikan hingga pelayanan kesehatan maupun kese­jahteraan eko­nomi masya­rakat. Tidak mung­kin wali kota bekerja sendiri,” te­gasnya.

Baca Juga  Andre Rosiade Antarkan Sembako untuk Nelayan Sungai Barameh

Syafrial Kani men­jelas­kan, Padang adalah kota besar dan ibu kota Suma­tera Barat. Padang  memi­liki persoalan cukup ba­nyak, yang harus disele­saikan secara utuh dan harus berdasarkan kerja sama yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang Mastilizal Aye me­negaskan, pihaknya meni­lai jabatan wakil wali kota (Wa­wako) harus segera diisi. Karena janggal wali kota tanpa ada wakil wali kota.

“Kami di DPRD men­dorong pemilihan Wawako Padang segera digelar, karena di tengah begitu banyaknya pekerjaan Wa­li­kota yang harus disele­saikan, tentu perlu ada pendampingnya. Sehingga beban kerja yang berat bisa dibagi,” ulas Aye.

Menurutnya, berda­sar­kan ketentuan, Wawako harus dipilih oleh DPRD yang didahului partai pe­ngusung mengusulkan ke Walikota dan Wako Padang sampaikan ke DPRD.

“Proses ini belum sam­pai ke DPRD. Jadi, jangan dianggap DPRD yang mem­perlambat proses pengisian kursi kosong Wawako Pa­dang itu,” tukasnya.

Dikatakan, tanpa Wa­wako roda pemerintahan tidak akan maksimal dan efektif. “Undang-undang dan aturan turunannya jelas sekali tugas Wawako itu apa, pengawasan dan koordinasi. Kota Padang itu kota besar dan punya banyak masalah, baik itu soal sosial kemasya­raka­tan maupun pembangunan dan ekonomi,” tuutrnya.

Karena itu, untuk kelan­caran roda pemerintahan kursi kosong Wawako Pa­dang harus diisi segera.

“Kita tidak tahu apa yang esok dan hari- hari selanjutnya, andai saja Walikota berhalangan te­tap karena sesuatu hal tentu akan di isi pula oleh Plt dan akibatnya per­soa­lan jadi tambah rumit,” lugasnya. (ade)