SAWAHLUNTO, METRO–Walikota Sawahlunto Deri Asta memberikan kuliah umum kepada mahasiswa PSDKU UNP Sawahlunto dengan tema “kenalkan diri, lejitkan potensi dan raih prestasi. Dengan kondisi kaki yang terpincang-pincang akibat asam uratnya kambuh, Deri Asta tetap semangat menjadi dosen untuk mahasiswa PSDKU UNP di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Sawahlunto, Rabu (10/11).
Pada kesempatan itu Deri Asta mengungkapkan, bahwa Pemko Sawahlunto selalu memikirkan mengenai tingkat pendidikan anak-anak Sawahlunto dan mempermudah akses bagi anak-anak Sawahlunto, kemudian bisa memperoleh pendidikan tinggi. Latar belakang dibuka kampus PSDKU UNP di Sawahlunto adalah karena Kota Sawahlunto tersebut berkembang dan tumbuh akibat adanya perusahaan tambang batubara yang besar.
Sebab di Sawahlunto ditemui cadangan batubara yang banyak dengan mutu yang sangat bagus oleh Belanda. Ini terjadi efek dari revolusi industri pada tahun 1800, yang merubah tenaga kuda menjadi mesin dan mesin-mesin tersebut membutuhkan bahan bakar. Itulah asal muasal dibukanya tambang batubara secara besar-besaran di Kota Sawahlunto. “Untuk PSDKU UNP di Kota Sawahlunto akan disediakan reward-reward khusus di tahun 2022. Reward ini untuk memancing motivasi belajar anak dan juga orang tua untuk benar-benar mendukung anaknya dalam menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi di PSDKU UNP Sawahlunto,” kata Deri Asta.
“Jadi dengan adanya kampus PSDKU UNP ini, bila mahasiswanya membutuhkan praktek bisa langsung praktek di Sawahlunto, yang memang sudah memiliki lokasi pertambangan. Berdasarkan pengalaman dari yang sudah-sudah biasanya lulusan dari program sekolah tambang di Sawahlunto dulu, langsung saja diterima didaerah lain bekerja karena sudah terpercaya. Begitu juga diharapkan untuk anak-anak yang saat ini berkuliah PSDKU UNP di Kota Sawahlunto,” kata Deri Asta.
Wakil Dekan Fakultas Teknik UNP Dr Fahmi Rizal menyebutkan, ada rencana simasa yang akan datang menjadikan program Diploma III pada PSDKU UNP ini untuk ditingkatkan ke program Diploma IV. PSDKU UNP di Sawahlunto akan kedepannya akan dijadikan program studi tersendiri dan administrasinya akan dibenahi kembali.
“Untuk kegiatan di kemahasiswaan diluar pembelajaran sangat kami dukung karena itu termasuk pembinaan karakter. Bila cuma belajar ke kampus untuk mengejar IPK 4, itu belum tentu sukses, namun bila diikuti dengan kegiatan diluar pembelajaran yang sifatnya positif maka iti akan membantu keberhasilan nantinya bila telah tamat dari perkuliahan,” ujar Fahmi. (pin)






