METRO SUMBAR

Kreativitas PDD Politeknik Lampung Diapresiasi Bupati Mentawai

×

Kreativitas PDD Politeknik Lampung Diapresiasi Bupati Mentawai

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI KAMPUS—Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dan jajarannya mengunjungi kampus di Tuapejat.

MENTAWAI, METRO–Bupati Mentawai, Yu­das Sabaggalet bersama Wakil Bupati Kortanius di Ketua PDD AKN Mentawai Seminar Siritoitet. Pada kesempatan itu turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dis­dik­bud), A Oreste Sakeroe, Kepala Badan Kepega­waian Pengembangan Sum­ber Daya Manusia, Sermon Sakerebau, Sekretaris Dis­dikbud, Motisokhi Hura dan Kasubag Tata Usaha, Janti Saleleu Baja, Ketua Prodi Budidaya Perikanan, Hen­drik L Raja dan Kepala Prodi Teknologi Pangan, Dewi Sartika Saragih, kun­jungi Akademi Komunitas Negeri (AKN) Tuapejat, Sipora Utara, Mentawai

Sebagai bentuk ap­re­siasi dari kreatifitas sejum­lah Mahasiswa Program Studi Diluar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Lampung Rintisan Akademi Komu­nitas Negeri (AKN) Men­tawai, Bupati beserta rom­bongan cicipi hasil Prari­kum Mahasiswa. Maha­siswa itu berasal dari Program Studi (Prodi) Tek­nologi Pangan angkatan VI. Bupati beserta rom­bongan mencicipi sekal­i­gus membeli hasil olahan pangan Mahasiswa ter­sebut.

“Kita mencicipi olahan mahasiswa, dimana olahan tersebut sangat baik untuk menambah ketahanan tu­buh di masa pandemi CO­VID-19 ini sangat cocok,” ungkap Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet. kema­rin.

 Ia menambahkan, ha­sil olahan tersebut meru­pakan inisiatif dan kretifitas Mahasiswa dalam me­ngem­bangkan produk lokal se­perti Kunyit. Tentunya pro­ses secara ilmiah itu tidak lepas dari pengawasan Dosen pengampu mata kuliah.

Baca Juga  Bundo Kanduang Kota Solok Dikukuhkan, Pemko Siap Fasilitasi Program Lembaga Adat

Maka melalui itu Bupati Mentawai berharap Maha­siswa dapat mengem­bang­kan potensi-potensi be­rada di Mentawai agar memiliki nilai jual. Hal itu dilakukan guna untuk m­e­nambah nilai ekonomi di lingkungan Masyarakat Mentawai. Khusunya Ma­ha­siswa itu sendiri.

Yudas Sabaggalet juga berharap dengan keha­diran kampus PDD AKN Mentawai dapat men­cipta­kan Sumber Daya Manusia (SDM) berkompeten dalam dunia usaha. Apalagi saat ini PDD AKN Mentawai te­rus berjuang dalam pe­ngem­bangan kampus men­jadi Politeknik Negeri Men­tawai.

“Dengan menciptakan produk ini, mudah-mu­da­han mahasiswa dapat mem­buat produk penangkal pe­nyeberan viru korona sesui bidangnya,” tambahnya.

 Selanjutnya dikatakan, Mahasiswa merupakan ci­kal bakal dalam pengem­bangan tradisi pengolahan obat-obat tradisional nan­tinya. “Pengobatan sikrei itu suatu pengobatan yang belum tereksploitasi se­cara maksimal, maka untuk mempertahankan estensi orang Mentawai, nanti kita padukan dengan konsep-konsep moderen,” imbuh­nya.

Dengan Ilmu Teknologi Pangan itu, dulu kunyit hanya digunakan sebagai bahan masakan sekarang sudah bisa diolah menjadi berbagai produk. Bahkan untuk produk-produk baru kedepan.

 Di tempat yang sama Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake me­ngatakan, sesui visi dan misi kampus mesti berino­vasi menciptakan karya-karya lain untuk menjadi bahan pangan masya­ra­kat. “Sekarang pengolah bahan pengen telah me­miliki berbagai macam merek, misalkan saja keru­puk memiliki berbagai ma­cam merek, baik itu ba­hannya dari kentang, kela­di dan ubi,” tambahnya.

Baca Juga  HUT RI ke 74 Warga Diminta Kibarkan Bendera 1 Bulan Penuh

Maka dengan adanya Akademi Komunitas Men­tawai lanjut Korta, pangan lokal diolah secara tek­nologi inovasi siap saji. Apalagi pengolahan pa­ngan telah dikaji secara kesehatan. “Jadi dengan ilmu ini bahan kunyit tidak terbatas kegunaannya,” terang Wakil Bupati itu. Ia berharap produk Maha­siswa memiliki label ke­ma­san sehingga mampu me­nem­bus pasaran di dalam daerah maupun diluar da­erah kepulauan Mentawai.

 Sementara itu, Ketua PDD AKN Mentawai Seminar Siritoitet mengu­paya­kan kedepan adanya label khusus bagi kampus. “Saat ini label produk jamu bu­atan mahasiswa ini baru dibikin sendiri, namun nan­ti kalau di pasarkan ke luar kita urus di dinas kope­rindag, tentunya itu be­r­tahap dulu,” katanya.

 Meski demikian Ketua PPD AKN Mentawai ber­harap produk itu dapat dipasarkan secapat mung­kin. Selain itu Bupati dan rombongan juga mengun­jungi tempat pembibitan ikan nila dan lele. Dimana tempat itu sering digu­nakan Mahasiswa Prodi Budidaya Perikanan pra­tikum. (rul)