BUKITTINGGI, METRO–Sebanyak 54 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Bukittinggi resmi memulai pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Bukittinggi.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan mempersiapkan kemampuan teknis para Capaska, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab.
“Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, menanamkan jiwa nasionalisme, patriotisme, disiplin, kepemimpinan dan tanggung jawab,” kata Ramlan, Senin.
Ia mengapresiasi tim seleksi dan para pelatih yang telah menyiapkan para Capaska. Menurutnya, proses pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, memiliki semangat bela negara, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Ramlan juga mengingatkan bahwa menjadi anggota Paskibraka Bukittinggi merupakan sebuah kehormatan. Pasalnya, Bukittinggi menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang masih melaksanakan pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan detik-detik Proklamasi, bersama Jakarta dan Yogyakarta.
“Jakarta, Yogyakarta dan Bukittinggi. Kota ini pernah menjadi ibu kota negara Republik Indonesia. Untuk itu, berbanggalah anak-anak kita yang menjadi Paskibraka Bukittinggi, karena berkesempatan mengibarkan bendera pusaka,” ujarnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bukittinggi, Nenta Oktavia, menjelaskan sebanyak 54 Capaska yang terpilih terdiri dari 28 putra dan 26 putri hasil seleksi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Pendidikan dan latihan dimulai tanggal 21 Juli hingga 15 Agustus 2026. Selanjutnya para Capaska akan masuk Desa Bahagia pada 8 hingga 18 Agustus 2026 dan dikukuhkan secara resmi pada 15 Agustus 2026,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta akan menerima pembekalan mengenai ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, bela negara, kepemimpinan, pendidikan karakter, tata upacara bendera, peraturan baris-berbaris, hingga pembinaan fisik dan mental. Seluruh proses didampingi pelatih dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), tenaga kesehatan, psikolog, dan narasumber dari berbagai instansi.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga melepas tiga pelajar terbaik Bukittinggi yang berhasil lolos sebagai Calon Paskibraka Provinsi Sumatera Barat, yakni Fajar Jantan Padang Balak Harahap dari SMA Negeri 2 Bukittinggi, Siti Zahira Wadi dari SMA Negeri 1 Bukittinggi, dan Keysha Epprilya Fashla dari SMA Negeri 5 Bukittinggi. (pry)






