METRO SUMBAR

31.285 KK di Pasbar Terima Bantuan Program Cadangan Pangan

×

31.285 KK di Pasbar Terima Bantuan Program Cadangan Pangan

Sebarkan artikel ini
BANTUAN PANGAN— Wabup Pasbar H.Risnawanto,didampingi Kadis Ketahanan Pangan Drh. Eka diana Oktavia, saat membarikan bantuan program cadangan pangan.

PASBAR,METRO–Sedikitnya, sebanyak 31.285 Kepala Keluarga (KK), mendapat bantuan pangan tahap Dua, pada Program Cadangan Pa­ngan oleh Pemerintah Kabupa­ten Pasama Barat (Pasbar). Yang tersebar pada 11 Kecamatan yang ada di Pasbar, kema­rin. Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto mengatakan , jumlah penerima bantuan pangan beras tahap II lebih rendah di­banding tahap I yang mencapai 32.419 kepala keluarga.

“Terima kasih kepada Bulog Cabang Bukittinggi dan PT Pos Indonesia Labang Lubuk Sika­ping sehingga pelaksanaan di­stribusi bantuan pangan itu dapat terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” kata Risnawanto.

Dikatakan Risnawanto, pe­nyaluran cadangan pangan pemerintah untuk pemberian bantuan pangan ini merupakan amanat Presiden melalui Badan Pangan Nasional.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Dana Desa Disidik Jaksa

Ia menyebutkan adapun penyaluran bantuan pangan tahap I telah dilaksanakan periode Maret hingga Mei 2023 kepada 32.419 kepala keluarga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasbar, Ekadiana Oktavia menambahkan, penyaluran bantuan pangan itu untuk Kecamatan Gunung Tuleh seba­nyak 2.671 kepala keluarga, Kecamatan Kinali 4.967, untuk Kecamatan Koto Balingka 2.620 kepala keluarga dan kepada Kecamatan Lembah Melintang sebanyak 3.273 kepala keluarga.

Kemudian untuk Kecamatan Luhak Nan Duo sebanyak 1.971 kepala keluarga, Kecamatan Pasaman 4.034 kepala keluarga, Kecamatan Ranah Batahan 2.191 kepala keluarga dan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia 1.600 kepala keluarga.

Baca Juga  Hukum masih Lemah dan Standar di Kota Pariaman

Lalu untuk Kecamatan Su­ngai Aur 2.066 kepala keluarga, Kecamatan Sungai Beremas 2.349 kepala keluarga dan untuk, Kecamatan Talamau 3.543 kepala keluarga.

Ia berharap bantuan pa­ngan tahap kedua ini dapat memberi manfaat dan mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan, terutama di tengah inflasi akibat fluktuasi harga maupun pasca bencana alam.

“Semoga bantuan pangan tahap kedua ini dapat memberi manfaat dan mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan, terutama dengan ada­nya inflasi akibat fluktuasi harga maupun pasca bencana alam saat ini. Kepada masya­rakat yang mendapatkan bantuan ini agar memanfaatkan sebaik mungkin dan jangan dijual,” harapnya. (end)