METRO SUMBAR

12 Sampel Dalimo Diambil, Tiga Barang Dicurigai Mengandung Rodhamin B

×

12 Sampel Dalimo Diambil, Tiga Barang Dicurigai Mengandung Rodhamin B

Sebarkan artikel ini
UJI PETIK— Tim Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) saat melakukan pengawasan uji petik makanan yang diambil dari Pasar Pusat Padang Panjang, Selasa (19/3).

PDG. PANJANG, METRO–Jamin keamanan pangan yang ada di Pasar Pusat Padang Panjang, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) lakukan pengawasan uji petik makanan, Selasa (19/3).

Pengawasan tersebut dilakukan dengan me­ngam­bil salah satu sampel dalimo di pasar itu. Karena ini yang paling dicurigai dan banyak dikonsumsi masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Disperdagkop UMKM, Azani Maizuar, M.I.Kom mengatakan, tujuan pe­ngawasan yang dilakukannya ini agar menjamin ke­amanan pangan yang di­perjualbelikan para pedagang.

“Kita menginginkan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat kita terjamin dari zat pewarna ataupun bahan kimia yang tidak boleh dimakan manusia,” ujarnya.

Baca Juga  Kabut Asap Makin Parah di Kota Solok, Dinkes harus Aktif Pantau Kesehatan Warga

Selain itu kenapa pihaknya mengambil sam­pel tersebut karena bahan pabukoan yang diambil ba­nyak dijual saat Ramadan dan dicurigai memakai bahan pengawet seperti Formalin, Boraks, Rodhamin B (pewarna tekstil) dan Me­thanyl Yellow (pewarna).

“Dari 12 sampel dalimo yang kita ambil, ada tiga dicurigai mengandung Ro­dhamin B dan akan dilanjutkan pengujiannya oleh BPOM nantinya,” kata Azan.

Lebih lanjut disebutkannya, salah satu masalah keamanan pangan yang perlu mendapat perhatian adalah masih adanya peng­gunaan bahan kimia berbahaya yang memang tidak boleh digunakan pada makanan.

Baca Juga  Yutris: Keberadaan Organisasi Perempuan sangat Penting

“Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan ada beberapa pangan yang mengandung zat kimia dan ada yang tidak ada mengandung bahan kimia. Ini akan kita tindak lanjuti dan akan kita akan berikan arahan dan penjelasan terkait bahan yang digunakan si pembuat. Serta akan me­nahan bahan tersebut untuk dihancurkan,” jelasnya.

Azani berharap ma­syarakat dapat menjadi konsumen yang cerdas dalam memilah dan memilih makanan. Karena makanan yang dimakan sa­ngat berpengaruh pada kesehatan. (rmd)