METRO SUMBAR

Yofialdi Terpilih Aklamasi Pimpin Squash Sumbar, Targetkan Kebangkitan dan Kembali ke PON

×

Yofialdi Terpilih Aklamasi Pimpin Squash Sumbar, Targetkan Kebangkitan dan Kembali ke PON

Sebarkan artikel ini
AKLAMASI— H. Yofialdi terpilih secara aklamasi sebagai Ketum Pengprov Squash Indonesia Sumbar periode 2026-2030 dalam Musprov I Squash Sumbar yang digelar di Hotel Pangeran City, Padang, Senin (8/6).

PADANG, METRO–H. Yofialdi terpilih secara aklamasi sebagai Ke­tua Umum Pengurus Pro­vinsi (Pengprov) Squash Indonesia Sumatera Barat periode 2026-2030 dalam Musyawarah Provinsi (Mus­prov) I Squash Sumbar yang digelar di Hotel Pangeran City, Padang, Senin (8/6).

Terpilihnya Yofialdi me­nandai babak baru pembinaan olahraga squash di Ranah Minang. Sebelum­nya, Yofialdi menjabat sebagai Ketua Harian Pengprov Squash Sumbar se­hingga dinilai memahami kondisi dan tantangan cabang olahraga tersebut.

Musprov I dibuka oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dan di­pimpin Ketua Panitia, Zulfadli Muchtar. Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut juga membahas arah pengemba­ngan organisasi, pembinaan atlet, serta strategi peningkatan prestasi squ­ash di Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Hamdanus menegaskan bahwa organisasi olahraga harus mampu melahirkan prestasi yang terukur, bukan sekadar menjadi wa­dah administratif.

“Musprov ini jangan hanya dipandang sebagai agenda memilih ketua atau menyusun kepengurusan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita merancang masa depan squash Sumatera Barat. Organisasi olahraga harus melahirkan program, pembinaan, dan prestasi,” tegas Hamdanus.

Menurutnya, prestasi olahraga tidak lahir secara kebetulan, melainkan melalui perencanaan matang, pembinaan yang konsisten, pelatih berkualitas, serta tata kelola organisasi yang baik.

Hamdanus juga mendorong Squash Sumbar memperluas basis pembinaan dengan menggandeng sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas o­lahraga guna menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.

Baca Juga  Pemkab Padangpariaman Teken MoU dengan Kejaksaan Negeri

Sementara itu, Ketua Pelaksana Musprov I, Zulfadli Muchtar, menyebut Musprov menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh insan squash Sumbar.

“Hari ini bukan sekadar forum organisasi. Ini ada­lah momentum menyatukan visi, menyatukan semangat, dan menyatukan energi seluruh insan squ­ash Sumatera Barat untuk bergerak ke arah yang sama,” katanya.

Di sisi lain, Yofialdi me­ngakui tugas berat telah menanti kepengurusan yang dipimpinnya. Salah satu tantangan utama a­dalah membangkitkan kem­­bali prestasi squash Sumbar yang sempat tam­pil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012, namun belum lagi lolos ke PON pada edisi-edisi berikutnya.

Menurutnya, keterba­tasan sarana latihan dan pertandingan menjadi persoalan mendasar yang harus segera dicarikan solusi bersama.

“Kami menyadari tantangan yang dihadapi cukup besar. Squash Sumbar pernah merasakan atmosfer PON, dan itu harus menjadi motivasi untuk bangkit kembali. Fokus kami adalah membangun organisasi yang solid, mem­perluas pembinaan atlet usia dini, serta memperjuangkan ketersediaan fasilitas latihan yang memadai,” ujar Yofialdi usai terpilih.

Pria enerjik itu menegaskan kepengurusan baru akan menyusun program kerja yang realistis dan berorientasi pada prestasi jangka panjang.

Baca Juga  Tingkatkan Kopetensi, Bimtek Drafting Digelar di Padangpariaman

“Kami tidak ingin hanya aktif secara organisasi. Target kami jelas, membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan mengembalikan Squash Sumbar ke pentas nasio­nal. Kami akan merangkul semua pihak, termasuk pemerintah daerah, KONI, dunia pendidikan, dan sektor swasta untuk bersama-sama membesarkan olahraga ini,” katanya.

Yofialdi juga mengajak seluruh insan squash di Sumatera Barat menjaga semangat kebersamaan demi kemajuan organisasi.

Seakadar diketahui, squash sendiri merupakan olahraga raket yang dimainkan di dalam ruangan tertutup dengan memantulkan bola ke dinding de­pan lapangan.

Olahraga yang ber­kem­bang di Inggris pada abad ke-19 ini dikenal me­ngandalkan kecepatan, ke­tahanan fisik, kelincahan, serta kemampuan mem­baca permainan lawan.

Di tingkat internasional, squash telah berkembang pesat dan akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Olimpiade Los Angeles 2028, sebuah mome­ntum yang semakin me­ningkatkan popularitas dan daya tarik olahraga tersebut di berbagai negara.

Di Indonesia, squash termasuk cabang olahraga yang rutin dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan sejumlah kejuaraan nasional. Sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Riau selama ini dikenal sebagai daerah dengan pembinaan squash yang cukup kuat. (rom)