TIM nasional Korea Selatan resmi memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Kepastian ini disambut meriah oleh publik Negeri Ginseng, sekaligus mendapat apresiasi langsung dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA).
Sebagai bentuk penghargaan, KFA mengumumkan pemberian bonus sebesar 2,7 miliar won atau setara Rp 31,7 miliar kepada 57 pemain yang terlibat sepanjang perjalanan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Bonus diberikan dengan nominal berbeda, menyesuaikan kontribusi masing-masing pemain. Setiap pemain bisa mendapatkan hingga maksimal 100 juta won (Rp 1,1 miliar). Skema ini dipandang sebagai cara adil menghargai seluruh anggota skuad, termasuk mereka yang hanya tampil di beberapa laga namun tetap punya peran penting.
“Bonus ini adalah bukti perhatian KFA pada kerja keras seluruh pemain. Tidak hanya bintang utama, bahkan pemain yang sempat dipanggil meski minim menit bermain tetap mendapat bagian,” demikian pernyataan resmi KFA.
Kebijakan tersebut membuat para pemain merasa dihargai sekaligus lebih termotivasi. Atmosfer positif ini diharapkan membantu Taeguk Warriors tampil maksimal di Piala Dunia mendatang.
Sebagai bagian dari persiapan, Korea Selatan baru saja melakoni uji coba internasional melawan Amerika Serikat. Bermain di kandang lawan, skuad asuhan Hong Myung-bo sukses meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0.
Kemenangan ini tidak hanya menambah kepercayaan diri tim, tetapi juga memberi gambaran positif bagi sang pelatih dalam meracik strategi menghadapi tim-tim kuat dari luar Asia.
Skuad Korea Selatan saat ini dihuni kombinasi pemain senior dan bintang muda yang tengah bersinar seperti, Kim Min-jae (Bayern Munchen) menjadi benteng kokoh di lini pertahanan, Lee Kang-in (Paris Saint-Germain) tampil konsisten di lini tengah, Son Heung-min, kapten sekaligus ikon timnas, kini melanjutkan karier di Los Angeles FC di Major League Soccer.
Kehadiran tiga pemain top ini, ditambah talenta muda potensial, membuat Korea Selatan memiliki keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi.
Dengan tiket Piala Dunia sudah di tangan, fokus berikutnya adalah menjaga konsistensi performa hingga turnamen dimulai. Bonus dari KFA diyakini menjadi pemicu semangat baru bagi para pemain.
Korea Selatan sendiri hampir tidak pernah absen di putaran final Piala Dunia sejak 1986. Prestasi tertinggi mereka tercipta di edisi 2002, ketika sukses menembus semifinal dan finis sebagai peringkat keempat dunia.
Antusiasme publik di Korea Selatan juga membara. Dukungan fanatik dari suporter diprediksi menjadi modal tambahan bagi Taeguk Warriors dalam misi membuat kejutan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.
Dengan manajemen federasi yang solid, pelatih yang memahami karakter tim, serta deretan pemain bintang yang ditempa di liga top Eropa dan Amerika Serikat, Korea Selatan kini siap menulis cerita baru di panggung sepak bola dunia. (*/rom)






