PARIWARA

Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda APBD 2024

×

Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda APBD 2024

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Agam Dr Novi Irwan, S.Pd, MM, didampingi Wakil Ketua Suharman, Marga Indra Putra, S.Pd dan Irfan Amran, saat memimpin rapat paripurna.

TUJUH Fraksi di DPRD Agam sampaikan padangan umum terhadap Ranperda APBD tahun anggaran 2024. Pandangan itu disampaikan saat rapat Paripurna Senin (9/10) di aula utama DPRD Kabupaten Agam.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Dr. Novi Irwan, S. Pd, MM, didampingi Wakil Ketua Suharman, Marga Indra Putra, S.Pd dan Irfan Amran. Turut dihadiri Sekretaris De­wan (Sekwan), Villa Erdi S,Sos, MSi beserta jajarannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Edi Busti, serta unsur Forkopimda dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Agam.

Dalam pandangan umum tersebut, ke tujuh Fraksi memberikan berbagai masukan dan kritikan untuk perbaikan penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Agam di masa yang akan datang.

Tujuh fraksi itu yakni, Fraksi Gerindra Erdinal, Fraksi PKS Asrizal, Fraksi Demokrat Nasdem Jondra Marjaya, Fraksi PAN Henrizal, Fraksi Golkar Adrius, Fraksi PPP Ridwan Suhaili, Fraksi PBB, Hanura dan Berkarya, Bulqaini.

Baca Juga  Tiga Tahun Kepemimpinan Zul Elfian-Ramadhani Kirana Putra, Wujudkan Cita-Cita yang Bermuara Pada Kesejahteraan Masyarakat

Fraksi Gerindra melalui juru bicaranya, Erdinal, meminta OPD yang membawahi pendapatan agar melakukan pengkajian kembali terkait kebijakan nilai pajak bumi dan bangunan, dengan membentuk tim khusus untuk pe­metaan tarif pajak PBB berdasarkan nilai ekonomi wilayah tersebut. “Jangan berlakukan harga tarif pajak disemua wilayah, karena setiap wilayah memiliki nilai keekomian yang berbe­da,”ujarnya.

Sementara itu, Fraksi PKS yang dibacakan Asrizal me­nang­gapi berkaitan dengan terlambatnya pe­me­li­haraan jalan sehingga banyak jalan yang berlobang terutama di da­lam utama ka­bupaten. “Kami menyarankan agar pemerintah daerah mem­ben­­tuk sebuah ko­mite pemeliharaan jalan agar pemeliha­raan ja­lan dapat melibatkan semua un­­sur ma­syara­kat,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan Fraksi Demokrat Nasdem yang di­sampaikan Jondra Marjaya. Ia memberikan saran agar pemerintah dae­rah mendorong upaya pemerintah dalam mening­katkan eko­nomi masya­rakat yang berbasis keluarga, kelompok, lingkungan, komunitas dengan menggali potensi yang ada diantaranya UMKM.

Sementara itu, Fraksi PAN melalui juru bicara Henrizal mempertanyakan bagaimana usaha kon­krit pemerintah daerah untuk menutupi defisit murni dengan angka relatif besar (Rp284,1 miliar) tersebut, supaya tidak menganggu rencana program dan kegiatan yang ditargetkan.

Baca Juga  Perpisahan Siswa Kelas XII dan Guru Purna Bakti SMAN 1 Batusangkar, “Kami Lepas Dengan Penuh Ikhlas, Kami Nanti Hadirmu Sebagai Generasi Emas”

Kemudian, Fraksi Gol­kar yang dibacakan Adrius, meminta pemerintah daerah untuk efisiensi pembiayaan dan belanja daerah perlu lebih ditingkatkan lagi, dengan secermat mungkin penyusunan rencana kegiatan untuk tahun 2024.

Fraksi PPP yang disampaikan Ridwan Suhaili juga meminta pemerintah dae­rah agar APBD tahun 2024 harus difokuskan pada kualitas pendidikan, kesehatan, pertanian, UMKM, pengembangan pariwisata dan infrastruktur sebaga­i­mana yang diarahkan da­lam RPJMD 2021-2026.

Saran yang sama juga disampaikan Bulqaini, dari Fraksi PBB, Hanura dan Ber­karya. Ia menilai perlu Pemerintah Daerah agar melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi serta pengawasan seksama sektor pendapatan, sehingga tidak terjadi potensi kerugian karena faktor sistematik dan mentalitas aparatur dilapangan. (***)