TIMNAS Belanda kirim sinyal bahaya kepada para pesaing di Piala Dunia 2026 setelah membantai Swedia 5-1 pada Sabtu (20/6). Kemenangan meyakinkan itu tidak hanya membawa De Oranje ke puncak Grup F, tetapi juga mengukir sejarah baru di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Timnas Belanda asuhan Ronald Koeman kini resmi menjadi pemilik rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah Piala Dunia dengan 14 pertandingan tanpa kekalahan. Rekor sebelumnya dipegang Brasil dengan 13 laga beruntun antara 1958 hingga 1966.
Timnas Belanda sebenarnya sudah menyamai catatan itu setelah bermain imbang 2-2 melawan Jepang di laga pembuka, sebelum akhirnya melampauinya lewat kemenangan besar atas Swedia.
Belanda tampil agresif sejak awal pertandingan. Brian Brobbey menjadi bintang di babak pertama dengan dua gol cepat yang membawa timnya unggul 2-0.
Keunggulan itu semakin melebar setelah Cody Gakpo mencetak dua gol tambahan. Swedia sempat memperkecil ketertinggalan lewat Anthony Elanga yang masuk sebagai pemain pengganti, tetapi Crysencio Summerville menutup pesta gol Belanda untuk memastikan kemenangan telak 5-1.
Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan terbesar Swedia di Piala Dunia sejak mereka dihancurkan Brasil dengan skor 7-1 pada 1950.
Dengan empat poin dari dua pertandingan, Belanda kini memimpin Grup F dan berada dalam posisi ideal untuk lolos ke fase gugur.
Melansir ESPN, setelah sempat mendapat kritik karena pergantian pemain yang dianggap terlalu defensif saat Belanda ditahan Jepang, Koeman kini bisa tersenyum puas. Keputusan memainkan Brobbey sejak menit pertama terbukti jitu.
“Mungkin cara kami bermain membangun kepercayaan diri. Tentu saja ada banyak tekanan pada tim, terutama karena hasil imbang di pertandingan pertama, tetapi sekarang kami sedikit lebih tenang setelah empat bulan,” ujar Koeman.
“Hanya ada satu pertandingan tersisa di fase grup, dan kita bisa membangun momentum dari apa yang terjadi sekarang. Itu sangat bagus. Tim lain tahu bahwa kami bisa berbahaya,” lanjut dia.
Brobbey sendiri menjadi pemain Belanda kesembilan yang mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia. Padahal, sebelum laga melawan Swedia, striker Sunderland tersebut hanya mengoleksi satu gol dari 13 penampilan bersama tim nasional.
Meski demikian, Koeman menolak mengklaim dirinya sebagai sosok di balik kebangkitan sang penyerang.
“Tidak, saya tidak akan melakukannya karena saya tahu sebagai pelatih Anda merencanakan pemain pengganti, Anda memiliki rencana untuk mengatasi berbagai hal dengan cara yang berbeda dan terkadang hasilnya lebih baik daripada tim lain,” kata Ronald Koeman.
Pelatih Swedia Graham Potter mengakui, kualitas permainan Belanda yang memang layak memenangkan pertandingan. Menurut dia skor akhir sedikit terlalu kejam bagi timnya yang dihuni banyak pemain muda.
“Mungkin itu adalah pengalaman yang perlu kami lalui. Itu adalah pertandingan besar, momen penting, dengan tim muda yang sedang berkembang. Mungkin itu adalah tantangan bagi kami. Saya rasa skornya agak tidak adil bagi kami. Bukan berarti kami pantas menang, tentu saja. Belanda bermain sangat bagus, mereka pantas menang, tetapi kita harus mengambil sisi positifnya,” papar dia.
Pada pertandingan terakhir fase grup, Belanda akan menghadapi Tunisia dengan peluang besar mengamankan posisi juara grup. Sementara itu, Swedia harus berjuang hidup-mati melawan Jepang demi menjaga asa lolos ke babak berikutnya. (jpg)






