TANAHDATAR, METRO–Suasana aula pertemuan Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Tarab, mendadak hening berganti riuh rendah kekecewaan warga pada Rabu (10/6). Agenda krusial berupa Musyawarah Nagari dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 dan Daftar Usulan 2028 justru sepi dari kehadiran para pemangku kebijakan tingkat kabupaten.
Ketidakhadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanah Datar serta Anggota DPRD daerah pemilihan setempat memicu sorotan tajam dari peserta rapat. Padahal, kehadiran mereka sangat dinantikan untuk memberikan pendampingan teknis dan mengawal aspirasi pembangunan fisik maupun non-fisik yang diajukan oleh masyarakat dari tingkat bawah.
Wali Nagari Koto Baru, Nafri, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya di hadapan forum yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat tersebut. Kendati undangan resmi telah dilayangkan jauh-jauh hari, bangku-bangku yang disediakan untuk perwakilan dinas terkait dan wakil rakyat tetap kosong melompong hingga acara dimulai. ”Kami sedikit kecewa dengan ketidakhadiran OPD dan Anggota Dewan hari ini,” ujar Nafri dengan nada tegar saat memberikan sambutan. Rencana besar untuk memetakan arah pembangunan Nagari Koto Baru dalam dua tahun ke depan seolah berjalan tanpa restu dan panduan dari pihak otoritas yang lebih tinggi.
Demi menjaga kondusivitas, Nafri mencoba meredam gejolak pertanyaan dan protes yang mulai bermunculan dari warga yang merasa diabaikan. Dengan bijak, ia mencoba memberikan pemahaman positif bahwa ketidakhadiran para pejabat tersebut kemungkinan besar dipicu oleh agenda mendesak lain atau faktor efisiensi anggaran daerah.
Meski dilingkupi rasa kecewa, Wali Nagari visioner ini langsung mengambil kendali untuk membakar kembali semangat warganya yang sempat kendor. Ia menegaskan bahwa masa depan Nagari Koto Baru tidak boleh digantungkan pada kehadiran pejabat, melainkan pada komitmen dan swadaya pemikiran masyarakatnya sendiri.
“Jangan patah semangat, walaupun tidak didampingi OPD dan Anggota Dewan,” seru Nafri di hadapan forum musyawarah. Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap fokus melahirkan ide-ide kreatif dan usulan program yang strategis demi membawa Nagari Koto Baru menjadi wilayah yang lebih maju dan mandiri.
Tantangan pembangunan di tingkat nagari saat ini memang kian berat, sebagaimana yang ditegaskan oleh Camat Sungai Tarab, Mulkhairi. Dalam arahannya, Mulkhairi mengungkapkan bahwa adanya kebijakan pemotongan anggaran dari pusat maupun daerah membuat ruang gerak eksekusi proyek fisik nagari menjadi sangat terbatas.
Mengingat kondisi finansial yang sedang seret, Camat mengimbau masyarakat agar lebih realistis dan tidak terlalu banyak menuntut pembangunan infrastruktur fisik yang memakan biaya besar. Fokus pembangunan kini harus digeser pada program-program skala prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar komunitas.
Meski minim dukungan dari pejabat kabupaten, Musyawarah Nagari ini tetap berjalan khidmat hingga akhir dengan dihadiri oleh Camat Sungai Tarab Mulkhairi, Wali Nagari Nafri, Ketua BPRN Aswandi, Pendamping Desa Tina Nirmala, serta jajaran tokoh masyarakat yang berkomitmen mengawal masa depan nagari. (ant)






