METRO PADANG

Tembus Omzet Rp952 Miliar, 47 Ribu UMKM Didorong Migrasi ke Pasar Digital

×

Tembus Omzet Rp952 Miliar, 47 Ribu UMKM Didorong Migrasi ke Pasar Digital

Sebarkan artikel ini
WORKSHOP DIGITAL SELLING— Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat, saat mewakili Wali Kota Padang dalam acara pembukaan “Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan” yang digelar di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

AIA PACAH, METRO –Pemerintah Kota Pa­dang secara masif terus mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wila­yahnya untuk segera beradaptasi dan bertransformasi ke arah digitalisasi demi menjaga keberlangsungan usaha di tengah dinamisnya perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini.

Komitmen nyata tersebut ditegaskan oleh Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Syahrial Kamat, saat mewakili Wali Kota Padang dalam acara pembukaan “Workshop Digital Selling Mastery: Dari Onboarding hingga Optimasi Penjualan” yang digelar di Balai Kota Padang, Kamis (11/6/2026).

Dalam sambutannya di hadapan para peserta, Syahrial menekankan pen­tingnya respons cepat para pelaku usaha terhadap pergeseran pasar konvensional menuju ekosistem digital agar tidak tergilas oleh ketatnya persaingan global.

“Perkembangan tek­nologi menuntut kita untuk berubah. Kalau tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, kita akan tertinggal. Produk yang hari ini unggul bisa saja tergeser jika tidak terus berinovasi,” ujarnya mengingatkan pentingnya langkah inovatif dalam berta­han di era modern.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa disrupsi teknologi saat ini telah mengubah perilaku belanja masyarakat secara fundamental, yang semula sangat mengandalkan transaksi di toko fisik kini telah beralih dengan memanfaatkan platform marketplace, media sosial, serta berbagai instrumen di­gital lainnya.

Dinamika ini, menurut Syahrial, harus dilihat sebagai peluang emas se­kaligus tantangan besar bagi pelaku usaha lokal dalam memperluas jang­kauan pasar dan mendongkrak daya saing pro­duk daerah.

Meski potensi pasar­nya sangat menjanjikan, pemerintah daerah mengidentifikasi bahwa salah satu hambatan terbesar di lapangan adalah keengganan sebagian pelaku usaha untuk keluar dari zona nyaman. Banyak di an­taranya yang belum se­penuhnya memahami nilai strategis dari digitalisasi, merasa cukup dengan kondisi yang ada, atau bahkan baru mulai bergerak secara reaktif ketika bisnis mereka mulai tertekan.

Baca Juga  Muswilub PKDP, Firdaus Terpilih sebagai Ketua DPW PKDP Sumbar

Oleh sebab itu, dibuka­nya workshop ini diharapkan menjadi momentum krusial bagi seluruh peserta untuk membedah strategi praktis, mulai dari aktivasi toko di marketplace, tata ke­lola katalog produk yang memikat, hingga optimasi pemasaran digital secara berkelanjutan.

Langkah percepatan ini dinilai sangat beralasan mengingat kontribusi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung utama dalam menopang stabilitas perekonomian di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut. Berdasarkan data terbaru, saat ini tercatat ada sekitar 47 ribu UMKM yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, de­ngan akumulasi total omzet yang sangat fantastis mencapai Rp952 miliar.

Pemerintah optimis, jika potensi ekonomi yang begitu besar ini diperkuat dengan penguasaan teknologi digital yang mumpuni, maka UMKM Padang akan mampu melakukan ekspansi pasar secara masif sekaligus menyerap lebih banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat luas.

Melalui visi strategis tersebut, Pemerintah Kota Padang menargetkan seluruh pelaku usaha mikro dan kecil tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, melainkan mampu memperluas penetrasi pasar hingga ke tingkat nasional maupun global.

“Kami berharap UMKM Kota Padang terus naik kelas, dari pasar lokal hingga mampu menjangkau pasar nasional bahkan ekspor. Inilah salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang yang terus kami dorong,” urai Syahrial Kamat mengenai arah kebijakan jangka panjang pemkot.

Baca Juga  Wako Paparkan Upaya Padang Bertahan dan Hadapi Bencana

Pelaksanaan workshop ini dinilai sangat tepat sasaran dan solutif dalam menjawab kegelisahan para pelaku usaha yang kerap kebingungan memulai langkah digitalisasi dari hulu ke hilir.

Peserta tidak hanya diberikan teori semata, melainkan dibimbing secara langsung lewat pelatihan taktis agar bisa langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk mendongkrak grafik penjualan mereka. Syahrial pun berpesan, “Manfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Terus belajar dan terbuka terhadap ilmu baru, karena strategi pemasaran akan terus ber­kembang mengikuti perubahan zaman.”

Di akhir pemaparannya, pihak Pemko Padang memberikan apresiasi se­tinggi-tingginya kepada Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Inotek Foundation, serta seluruh elemen lintas sektor yang telah berko­laborasi aktif dalam me­nyukseskan program pemberdayaan ini.

Sinergi yang kuat an­tara jajaran pemerintahan, pelaku dunia usaha, akademisi, komunitas kreatif, hingga media massa dipandang sebagai kunci utama dalam membangun ekosistem usaha yang sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi. Terlebih lagi, ketangguhan sektor ini sudah teruji nyata saat mampu menjadi penyelamat ekonomi daerah ketika krisis melanda beberapa tahun silam.

“Pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor yang tetap bertahan. Karena itu, Kota Padang terus memperkuat UMKM agar tetap eksis dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.(oza)