METRO PESISIR

Tahun 2024, Angka Stunting Nol Parsen di Kota Pariaman

×

Tahun 2024, Angka Stunting Nol Parsen di Kota Pariaman

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN— Wako Genius Umar memberikan sambutan usai rapat koordinasi penurunan stunting Pariaman tahun 2022.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman, Genius Umar meminta semua OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, kecamatan, desa/kelurahan dan stakholder terkait ikut dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Pariaman. “Tahun 2021 kemarin, angka stun­ting berada diangka 10,3 persen, sesuai dengan Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Ma­syarakat (E-PPGBM),” kata Walikota Pariaman, Genius Umar kemarin, usai rapat koordinasi penurunan stun­ting Kota Pariaman tahun 2022.

Katanya, bedasarkan hasil Studi Satus Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021, ang­­ka stunting Kota Pariaman berada 20,3 persen. Maka dari itu, kalau bisa angka stunting Kota Pariaman di tahun 2024 menjadi 0 persen.

Genius Umar juga me­nuturkan bahwa penyebab stunting ini karena kurangnya kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi kurang bergizi.

“Sehingga, kita Pemko Pariaman membentuk beberapa kawasan seperti kawasan wisata yang ada di Naras. Jalanya dibuat oleh Dinas PUPR, kesehatan oleh Dinas Kesehatan dan DP3AKB, Perumahan pemukimannya diurus oleh Dinas Perkim LH, dan pe­nangkapan ikan diurus oleh Dinas Pertanian dan Perikanan, dan UKM diurus oleh Disperindagkop. Kalau kita terpadu bekerja, maka angka stunting ini cepat menurun di Kota Pariaman,” ujarnya.

Baca Juga  PKK Desa Agar Gerakan 10 Program PKK di Kota Pa­riaman

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa di Kota Pariaman masih ada beberapa desa ditemukan angka stun­ting.

“Diminta kepada Dinas Kesehatan, Bappeda, DP3­AKB, Kepala Desa dan Tim Percepatan Penurunan Stunt­ting (TPPS) ditingkat kecamatan dan kelurahan/desa serta tenaga pendamping keluarga yang terdiri dari bidan desa, ka­der PKK dan kader KB me­lakukan intervensi khusus terhadap desa yang masih stunting,” ulasnya

“Maka dari itu semua OPD dilingkungan Pemko Pariaman, kecamatan, de­sa dan stakeholder terkait ikut berpatisipasi untuk menurunkan angka stun­ting ini agar target tersebut bisa tercapai,” tandasnya mengakhiri. (efa)