METRO SUMBAR

Rakor TPPS, Fokus Evaluasi dan Persiapkan Rencana Penanganan Stunting 2025

×

Rakor TPPS, Fokus Evaluasi dan Persiapkan Rencana Penanganan Stunting 2025

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— Bupati Solok Selatan melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. Novirman berikan sambutan saat pembukaan Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten tentang Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Solok Selatan Periode IV Tahun 2025 di Gedung Nasional Sangir, Senin (22/12).

PADANG ARO, METRO–Jelang akhir tahun ini, Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Solok Selatan mulai mengevaluasi kinerja program yang dijalankan se­panjang tahun ini. Ditujukan agar pelaksanaan pe­nanganan dan penurunan kasus stunting di tahun 2026 mendatang bisa berjalan lebih baik.

Bupati Solok Selatan melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. Novirman mengatakan sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi, pendekatakan penanganan stunting tidak boleh lagi bersifat sektoral, tetapi harus terpadu, kovergen, dan berkelanjutan.

“Rapat Koordinasi ini menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja TPPS Kabupaten Solok Selatan Tahun 2025, sekaligus me­nyusun rencana kerja TPPS Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026 yang selaras dengan kebijakan nasional, provinsi, dan dokumen perencanaan pembangu­nan daerah,” kata Novirman dalam pembukaan Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten tentang Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Solok Selatan Periode IV Tahun 2025 di Gedung Nasional Sangir, Senin (22/12).

Baca Juga  Pasca Banjir Bandang, Perumda Tirta Saiyo Salurkan Air Bersih ke Warga Simpang Tonang

Sejalan dengan percepatan penurunan stunting yang telah menjadi salah satu agenda dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RP­JMN) dan menjadi indikator utama dalam pembangunan sumber daya manusia, Novirman menyampaikan sejumlah pokok pikir yang harus menjadi pertimbangan dalam pe­nyusunan program tahun depan.

Seluruh perangkat da­erah harus memastikan program yang dilaksanakan harus mendukung intervensi spesifik dan sensitive stunting sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Kemudian, perencanaan dan pelaksanaan program harus berbasis data yang valid dan terintegrasi.

Baca Juga  Pemda Pasbar Ungsikan Warga Rantau Panjang yang Rentan

Selanjutnya adalah pe­­­ningkatan peran pemerintah nigari, puskesmas, dan kader yang me­rupakan ujung tombak percepatan penurunan stunting di la­pangan. Te­rakhir adalah penyusunan rencana kerja TPPS 2026 yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil yang dikuatkan dengan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Dengan begitu, diha­rapkan Langkah strategis dan konkret dapat dirumuskan bersama sehingga upaya penurunan stunting di Kabupaten Solok Selatan bisa berjalan secara maksimal. (jef)